VIVAnews - Kematian wartawan TV Mandiri Papua, Marlon Mra-mra berimbas pada wartawan lain. Lima wartawan, masing-masing Imran dari TV One, Indrayadi dari RCTI, Nessy dan Aci dari TVRI, serta Riyanto Nae SCTV terluka akibat amuk massa.
Mereka dipukuli massa saat hendak meliput kedatangan jenazah Marlon di pelabuhan Jayapura.
Massa yang diperkirakan sekitar 300 orang dan berasal dari kampung Nafri [kampung halaman Marlon Mra-mra], rupanya tidak terima dengan kehadiran sejumlah wartawan - saat jenazah Marlon di turunkan dari kapal.
Mereka lantas mengejar wartawan yang saat itu sedang sibuk membidik kamera ke arah kapal. Lima wartawan yang tidak menduga akan di amuk massa, tak berdaya. Mereka sempat kena bogem mentah sebelum kemudian lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada kamera wartawan yang dirusak.
Setelah melampiaskan amarah ke 5 wartawan, massa kemudian merusak Pos Polisi yang berada di pertigaan APO jalan Samratulangi Jayapura.
Bahkan, massa nyaris membakar SPBU yang berada tidak jauh dari Pos Polisi. Namun, polisi masih berhasil mencegahnya.
Saat ini situasi Jayapura masih mencekam, aparat keamanan berjaga-jaga di Mapolda Papua. Sejumlah SPBU serta toko memilih tutup untuk sementara. Sementara ratusan massa masih terus mengawal proses otopsi terhadap jasad Marlon Mra-mra di RSUD Dok Dok II Jayapura. Ruang unit gawat darurat RSUD Dok II juga sempat kena amukan massa.
Massa masih terus berkonsentrasi di RS Dok II sambil mengancam akan membakar fasilitas umum yang ada di Kota Jayapura, karena tidak terima dengan kematian kerabatnya.
Marlon tewas di tikam Daud Korwa di atas kapal Nggapulu. Saat itu Marlon hendak pulang ke Jayapura setelah melakukan kegiatan jurnalis di Pulau Mansinam Manokwari Papua Barat. Di atas kapal, pelaku menikam seorang wanita.
Marlon yang menegur pelaku, rupany justru di serang. Pelaku pelaku marah dan balik menyerang Marlon secara membabi buta dengan menikamnnya. Marlon tewas dalam perjalanan antar Biak-Jayapura akibat kehabisan darah, Jumat subuh.
Laporan: Banjir Ambarita| Papua