Nasional

Menhut Ngamuk, Tolak Naik Heli RAPP & IKPP

Menhut kaget begitu tahu heli yang akan mengangkutnya berasal dari RAPP dan IKPP.

Jum'at, 12 Februari 2010, 14:16 WIB
Umi Kalsum
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan pendahulunya MS Kaban (Antara/ Jafkhairi)

VIVAnews - Kunjungan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan ke Pekanbaru, Riau, tidak berjalan mulus. Menhut sempat mengamuk saat baru menginjakkan kaki di Bandara International Sultan Syarif Kasim II.

Pangkal persoalannya adalah fasilitas yang disediakan dua perusahaan raksasa Hutan Tanaman Industri di Riau, PT RAPP dan IKPP.

Fasilitas yang ditolak berupa penyediaan tiga unit helikopter untuk mengangkut Menhut dan rombongan yang hendak meninjau kawasan hutan Meranti di Semenanjung Kampar.

Begitu tahu tiga heli itu disediakan dua perusahaan HTI, Menhut yang sedang beristirahat di ruang VIP Lancang Kuning langsung naik darah dan memarahi bawahannya, Dirjen Bina Produksi Kehutanan Dephut, Hadi Daryanto.

Menhut kaget  begitu tahu heli yang akan mengangkutnya ke Meranti berasal dari dua perusahaan kayu yang pimpinannya juga ikut menyambut kehadiran dia di bandara. Akibatnya keberangkatan Menhut dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Meranti sempat tertunda. 

"Menhut menolak fasilitas yang disediakan perusahaan," ujar salah seorang sumber VIVAnews yang minta namanya tak disebutkan, Jumat 12 Februari 2010.

Akhirnya, Menhut berangkat menggunakan helikopter yang disewa dari Polri dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Saking mangkel-nya,  keberangkatan Menhut ke Meranti yang direncanakan terbang bersama-sama dengan jajaran direksi kedua perusahaan itu juga dibatalkan.

Menhut meminta rombongan kedua perusahaan berangkat duluan. Baru setelah itu dia terbang menggunakan heli sewaan bersama rombongannya.

Ketika dikonfirmasi, Zulkifli Hasan enggan mengomentari peristiwa tersebut. "Saya ke sini untuk melakukan peninjauan," kata menteri dari Partai Amanat Nasional ini.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Zulkifli Yusuf, membenarkan adanya peristiwa itu.

Ia mengatakan, penolakan dilakukan Menhut tersebut sangat tepat. "Saya kira sikap Menhut sudah tepat untuk menjaga independensi," ujar Zulkifli Yusuf.

Laporan: Ali Azumar | Pekanbaru

• VIVAnews
Rating
Komentar
joko
22/02/2010
pengusaha menyediakan pesawat pasti ada maunya. ya paling agar dipermudah urusannya. SETUJU PAK MENTERI harusnya ditiru oleh menteri dan pejabat negara yang lain. BRAVO.
Balas   • Laporkan
WNI
21/02/2010
Salut pak menteri.... sudah seharusnya seperti itu, tidak tergiur oleh "fasilitas" yg di sediakan oleh para pengusaha yg ujung2 nya akan minta dispensasi ini, dispensasi itu ...demi menjaga keutuhan lingkungan negeri ini dari keserakahan segelintir pengus
Balas   • Laporkan
cik minah...
16/02/2010
salut.... moga dikuti smua pejabat... ya... terlalu banyak pejabat yg malah minta fasilitas dari pengusaha....
Balas   • Laporkan
asmawi
13/02/2010
Setuju Pak Menhut .... kebiasaan menawarkan jasa yang berujung pembunuhan karakter tanpa disadari ... semoga semua aparatur negara mampu untuk jeli membaca hal yang seperti itu ... dan yang pasti bisa menghindari jebakan ...
Balas   • Laporkan
asmawi
13/02/2010
Setuju Pak Menhut .... kebiasaan menawarkan jasa yang berujung pembunuhan karakter tanpa disadari ... semoga semua aparatur negara mampu untuk jeli membaca hal yang seperti itu ... dan yang pasti bisa menghindari jebakan ...
Balas   • Laporkan
asmawi
13/02/2010
Setuju Pak Menhut .... kebiasaan menawarkan jasa yang berujung pembunuhan karakter tanpa disadari ... semoga semua aparatur negara mampu untuk jeli membaca hal yang seperti itu ... dan yang pasti bisa menghindari jebakan ...
Balas   • Laporkan
sandal jebol
13/02/2010
kalo menurut gue , yang pasti bawahannya Pak Menhut yang ngatur helinya itu pasti sudah " bekerja keras " sekali . Sampek bisa dapat good deal dari 2 perusahaan yang mau di tinjau . Gile !!
Balas   • Laporkan
edy
13/02/2010
saya bingung baca komentar lia.,saya sangat prihatin melihat daerah riau yang hutannya terus dibabat habis.oleh perusahaan besar,kalau rakyat yang nebang lima pohon,diteriakin maling,dan ditangkap.
Balas   • Laporkan
Dans
13/02/2010
@lia kok aneh ya...kamu pikirannya malah ngedukung paket komplit korupsi??? Tau gak gimana parahnya hutan disana?kalo hutan disana ilang...kita2 juga yang abis........ Teruskan Pak Menhut....buat mentri yang lain, tolong tiru sikap pak Menhut, jangan cuma
Balas   • Laporkan
paijo
13/02/2010
BEGITULAH HARUSNYA SEORANG MENTERI, ATAU PEJABAT NEGARA. KASIH CONTH YANG BAIK BAGI BAWAHAN....seperti UMAR BIN KHATHAB
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ