Nasional

Intai SBY, Noordin Top Keliling Cikeas

SBY jadi target karena dianggap memberikan restu pada eksekusi Amrozi Cs.

Rabu, 10 Februari 2010, 12:19 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tunjukkan foto sasaran tembak (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews - Dua pelaku pengeboman Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton Amir Abdillah dan Aris Susanto, hari ini menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam surat dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan bahwa mendiang gembong teroris, Noordin M Top diketahui sempat berkeliling di Cikeas sebulan sebelum pemboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.

Noordin mengitari Cikeas bersama Saefudin Zuhri dan Amir Abdillah alias Ahmad Fery Rhamdani.

Kejadian itu terjadi pada sekitar 28 Juni 2009, Amir Abdillah dihubungi oleh Saefudin Zuhri untuk menjemput Dayat dan Noordin M Top.

Saat itu Amir Abdillah menyatakan belum dihubungi oleh Dayat. "Baru pada malam harinya terdakwa (Amir Abdillah) dikontak oleh Dayat dan disuruh menjemput Dayat di Pom Bensin Darrussalam 2 di daerah Cikopo," kata JPU, Totok Bambang saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 10 Februari 2010.

Keesokan harinya, kata Bambang, Amir berangkat menjemput ke Cikopo menggunakan mobil Daihatsu Terrios dengan nomor polisi B 8442 MQ warna hitam metalik.

Amir lalu bertemu dengan Dayat bersama Noordin. Selanjutnya terdakwa disuruh menjemput Tono [masih DPO]. "Ketiga orang tersebut (Dayat, Noordin, dan Tono) oleh terdakwa dibawa kerumah milik saudaranya di komplek AL Blok F Mo. 11 Ciangsana Bogor dan menginap di sana," kata JPU.

Kemudian, Bambang melanjutkan, pagi-pagi Amir disuruh menjemput Saefudin Zuhri. "Setelah itu, Saefudin dipertemukan dengan Noordin M Top dan bersama terdakwa berputar-putar di sekitar daerah Cikeas," kata dia.

Sebelumnya, Amir Abdillah juga disuruh oleh Saefudin Zuhri untuk mencari kontrakan di daerah Cikeas. Lalu Amir pun mencari kontrakan seperti yang diperintahkan Saefudin itu di daerah Jati Asih yang tidak terlalu jauh dari Cikeas.

Sebagaimana diketahui, jaringan teroris pimpinan Noordin M Top berencana melakukan pemboman terhadap iring-iringan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

SBY menjadi target para teroris karena dinilai telah memberikan restu atas eksekusi mati Amrozi cs. Namun rencana itu gagal setelah Densus 88 Polri menggrebek tempat persembunyian mereka di Jati Asih, Bekasi.

• VIVAnews
Rating
Komentar
pieter
10/02/2010
Aku sangat senang dgn dansuss 88 polri karena telah menggagalkan berbagai rencana yang mematikan dari terorist klas tri Indonesia. Matila kau terorist.
Balas   • Laporkan
Ahdan
10/02/2010
salah satu dari sekian banyak curahan hati sang presidan. pantaskah seorang pemimpin negara yang besar menumpahkan keluhan kerakyatnya?... sungguh kasihan bangsa ini punya pemimpin yang hanya memikirkan pribadinya.
Balas   • Laporkan
lops
10/02/2010
bibit2 penerusnya patut diwaspadai,entah kapan mereka bergerak tapi saya yakin mereka sudah membuat jaringan baru
Balas   • Laporkan
sapi
10/02/2010
ayooooooooooo...ikutan maeeen..........
Balas   • Laporkan
uups
10/02/2010
akhirnya ada berita yang lebih fresh daripada kasus bank century
Balas   • Laporkan
RI
10/02/2010
MAU NGOMONG APALAGI TU ORANG 2X YG ANGGAP SBY BERLEBIHAN ?....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ