Nasional
Tersandung Plagiarisme

Profesor Muda Itu Banjir Dukungan di Facebook

Meski karirnya hancur lebur, tak sedikit dukungan untuk dosen kelahiran 1967 itu.

Rabu, 10 Februari 2010, 11:58 WIB
Umi Kalsum
Prof Anak Agung Banyu Perwita (facebook)

VIVAnews - Kasus plagiarisme yang diduga dilakukan dosen Hubungan Internasional Universitas Khatolik Parahyangan,  Profesor Anak Agung Banyu Perwita, menjadi sorotan publik. Kasus plagiarisme itu membuat harian The Jakarta Post menarik artikel yang ditulis sang profesor.

Artikel Banyu yangberjudul "RI As A New Middle Power?" ternyata disadur dari jurnal ilmiah di Australia yang ditulis Carl Urenger.

Penelusuran Universitas Parahyangan, tidak hanya artikel yang dimuat pada 12 November 2009 saja yang mengandung unsur plagiarisme, tiga tulisan lainnya juga diduga hasil menjiplak.

Meski karirnya hancur lebur, tidak sedikit orang yang mendukung dosen kelahiran Jakarta 6 Februari 1967 itu. Penelusuran VIVAnews di akun Facebook Banyu pada 10 Februari 2010, dukungan tampak membanjir.

Sebagian besar teman dan mahasiswanya yang menuliskan dukungan di dinding akunnya meminta Banyu tetap semangat. Marpin Arvan, misalnya. Ia menuliskan  "keep up ur spirit...be strong prof..and i know 4 sure dat u can do it!!..:-)".

Begitu juga yang dituliskan Banrnad Muharram Olii. "Maju terys Prof....Keep your spirit!!!

Stella Clarisa Nau juga menuliskan pesan senada "you will always be our great lecture prof Anak Agung Banyu Perwita, semangat semangat semangat!"

Temannya yang lain, Hanindita Setiadji  Every, menuliskan pesan, "choices you take in life has consequences..I can't say anything. Just BE STRONG mas Banyu.."

Tidak sedikit yang memuji kejujuran Banyu mengakui keteledorannya.  Seperti pesan dari Bernadus Cavara Wiwanto ini. "Jarang atau hampir tidak ada orang di Indonesia yang berani mengakui kesalahannya seperti anda ...sikap anda patut dihargai dan patut ditiru oleh pejabat2 di Indonesia."

Sedangkan Inno Kribow  menyampaikan pesan "Be brave n strong mr.banyu...no body s prfct..mg qt smw bs ambl hkmahx..mgkn Tuhan punya jln lain bwt pak banyu...smgat pak.."

Adapun Juanto Sitohang menuliskan, "Be brave Pak Banyu. Take the consequences. Start over. As your former student 'n for the qualities you have, I am positive you can rise up again."

• VIVAnews
Rating
Komentar
Abdorrakhman Gintings
13/02/2010
Plagiat dan pemalsuan data adalah dosa besar dalam dunia akademik. Dalam dunia akademik, hukuman terhadap kedua dosa tersebut akan datang dari masyarakat iakademik dan diri sendiri. Saya sesalkan itu terjadi pada anda, padahal anda memiliki rekam jejak p
Balas   • Laporkan
Abdorrakhman Gintings
13/02/2010
Plagiat dan pemalsuan data adalah dosa besar dalam dunia akademik. Dalam dunia akademik, hukuman terhadap kedua dosa tersebut akan datang dari masyarakat iakademik dan diri sendiri. Saya sesalkan itu terjadi pada anda, padahal anda memiliki rekam jejak p
Balas   • Laporkan
Bang Ali
11/02/2010
Menurut saya, kalau seorang dosen melakukan plagiarisme, bagaimana jadinya dengan mahasiswanya? Ibarat guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Tanggung jawab moral seorang dosen/pengajar itu berat. Apalagi menyandang gelar GURU BESAR. Bagus bahwa mas
Balas   • Laporkan
pardamean pakpahan
10/02/2010
memang no body is perfect, tapi sebagai guru yg super guru tahu itu njiplak memalukan membohongi diri sendiri ndak jujur, walau begitu berjuanglah pak Bayu masih ada waktu membuktikan anda itu Kreatif dan Produktif..salam
Balas   • Laporkan
si Thole
10/02/2010
yaa... kan sesama plagiat tidak boleh saling mendahului......
Balas   • Laporkan
nugraha
10/02/2010
semua manusia punya kesalahan ,pak bayu................. jangan pernah kuatir kehilangan jabatan dan status..............karena itu hanyalah pakaian kita di dunia yang tidak akan kita bawa ke liang kubur............... Hanya amal kebajikan kita yang akan
Balas   • Laporkan
andri,
10/02/2010
saya cukup kaget membaca berita kurang sedap yang menimpa diri mas banyu, namun terlepas dari masalah artikelnya itu,yang disebutkan plagiat??, saya sebagai sahabat dan pernah menjadi mahasiswanya, saya tetap menaroh hormat atas prestasinya di hi unpar.
Balas   • Laporkan
andri,
10/02/2010
terus maju mas banyu, anda masih sangat potensial
Balas   • Laporkan
Ujang
10/02/2010
tukang tipu kok didukung? hwarakadah... mau jadi apa indonesia ini?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ