Please install the Flash Plugin
VIVAnews -- Kasus kekerasan yang terjadi di sekolah kedinasan, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) dinilai mantan tim evaluasi IPDN, Ryas Rasyid adalah bentuk kejahatan sistemik, yang harus diusut secara tuntas.
"Ini kejahatan sistemik, maksudnya karena sistem pendidikan yang keliru, kaya Century saja," ujar Ryas Rasyid sambil tertawa, saat di wawancara tvOne, Rabu 10 Februari 2010.
Menurutnya, kasus ini harus diusut secara tuntas, jangan sampai terus menciptakan penjahat-panjahat baru setiap tahunnya. Apalagi itu sekolah pemerintah. "Akan jadi preman nantinya dia di masyarakat," katanya.
Seharusnya, pembinaan yang tepat bukanlah dengan cara kekerasan, dan ini bukan bentuk mencari disiplin bagi para siswa sekolah. Memang harus ada hukum fisik, tetapi bukan untuk dipukuli.
Video kekerasan institusi pendidikan kembali terjadi. Kali ini, terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, dimana sejumlah siswa senior terlihat memukuli wajah juniornya hingga memar.
Hal itu dilakukan berkali-kali oleh siswa senior secara bergantian. Seperti yang terekam dalam video amatir yang diambil dari tvOne, Selasa 9 Februaru 2010 terlihat satu persatu siswa senior tengah memukuli junironya.
Dalam gambar tersebut, terlihat tiga mahasiswa junior Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta menjadi bulan-bulanan pemukulan seniornya. Dua di antaranya mengalami luka di wajah dan bibir hingga berdarah.
Kekerasan ini terekam dalam sebuah video amatir yang beredar. Belum diketahui kapan tepatnya video amatir ini diambil, namun dikabarkan video ini beredar sekitar awal Februari 2010 ini.
Video ini memperlihatkan sejumlah taruna junior dibariskan di sebuah lorong. Mereka kemudian ditempeleng dan dipukul. Tampak seorang senior memegang kepala junior, sementara senior lainnya menampar wajah sang junior. Tak lama bibir junior berdarah dan menetes di telapak tangannya.
Hingga kini belum diketahui siapa orang yang mengambil gambar adegan tersebut, dan penyebar video tersebut. Motif dan tujuan merekam adegan tersebut masih belum jelas.