Nasional

'Lorong Pembantaian' STIP Dipasangi CCTV

Lorong-lorong itu dipasangi CCTV karena kerap terjadi kekerasan.

Selasa, 9 Februari 2010, 10:54 WIB
Ismoko Widjaya
   

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Video kekerasan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta beredar. Kini, Kementerian Perhubungan yang membawahi STIP sudah melakukan perubahan sistem di STIP Jakarta. Termasuk pemasangan kamera CCTV di lorong-lorong tempat berlangsungnya kekerasan.

"Sekarang di lorong-lorong itu dipasangi CCTV sejak 2008. Itu untuk mengawasi lorong-lorong itu," kata juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan kepada VIVAnews, Selasa 9 Februari 2010.

Bambang menjelaskan, lorong-lorong itu dipasangi CCTV karena kerap terjadi kekerasan di lokasi itu. Terakhir, dalam video yang beredar dua korban yang diketahui bernama Manurung Hutagalung dan Manuputty juga 'dibantai' di lokasi itu.

Menurut Bambang, pelaku dan korban dalam video kekerasan yang direkam pada 2006 itu sudah lulus. Semua sudah diwisuda. Tidak ada tindakan dari sekolah karena tidak ada laporan yang masuk.

"Biasanya kekerasan itu terjadi tengah malam. Dalihnya, acara pembinaan. Tapi saat ini semua sudah tidak ada," ujar dia. Bambang mempertegas pelaku dalam kekerasan itu adalah dari unsur Polisi Siswa.

"Tetapi saat ini Polisi Siswa sudah tidak ada lagi dan diganti dengan Pembina Taruna. Pembina Taruna sekelas instruktur atau pengajar, bukan dari siswa," tegas dia.

Selain pemasangan cctv dan menghilangkan Polisi Siswa, STIP juga sudah melakukan perubahan lain. Saat ini, asrama tidak lagi diperuntukkan bagi Taruna senior.

Asrama hanya disediakan bagi taruna tingkat I dan II. Atau sampai dengan semester tiga. "Itu untuk menjaga jarak antara junior dengan senior dan menghindari kontak fisik," kata Bambang.

Seperti diketahui, dalam gambar rekaman terlihat tiga mahasiswa junior STIP Jakarta menjadi bulan-bulanan pemukulan seniornya di sebuah lorong sekolah. Dua di antaranya mengalami luka di wajah dan bibir hingga berdarah.

Kekerasan ini terekam dalam sebuah video amatir yang beredar. Video ini memperlihatkan sejumlah taruna junior dibariskan di sebuah lorong. Mereka kemudian ditempeleng dan dipukul.

Tampak seorang senior memegang kepala junior, sementara senior lainnya menampar wajah sang junior. Tak lama bibir junior berdarah dan menetes di telapak tangannya.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Rika elia
07/05/2010
kjjam bgt,,,pdhal kta uuga mnnussia,,,
Balas   • Laporkan
dwi prastiawan
09/02/2010
jangan di ulangai lagi bos. kami semua kecewa. jangan sok seperti jagoan
Balas   • Laporkan
dwi prastiawan
09/02/2010
di militer aja ga ada kekerasan seperti itu, di militer memang ada istilah "KERAS" yang artinya KERAS dalam disiplin dan Sikapnya. Kami semua di barak sangat kecewa dengan kejadian seprti yang di lakukan siswa STIP tersebut khususnya terhadap pelaku pemuk
Balas   • Laporkan
army
09/02/2010
di militer aja ga ada seperti itu, baru aja pake uniform seperti militer. gayanya udah melebihi militer. kalau mau kekerasan mending ikut tinju aja bos. kita semua di barak melihat tayangan kekerasan tersebut merasa sangat kecewa dan kesal khususnya kepad
Balas   • Laporkan
mike westt
09/02/2010
1. Agar dapat di periksa kembali badan badan diklat pemerintah / swasta , seperti di STPI Curug , atau cabang 2 nya ( ATKP ) di seluruh Indonesia . Ditengarai masih terjadi peristiwa serupa karena masih lemahnya pengawasan pembina . Taruna baru / junior /
Balas   • Laporkan
Anju
09/02/2010
Tutup saja sekolah2 sipil bergaya militer. Sudah kadaluarsa pendidikan seperti itu. Perguruan tinggi umum malah kualitas SDM-nya lebih bagus ketimbang sekolah kedinasan gaya militer zaman penjajah itu. STPDN/IPDN buktinya, dididik jungkir balik sampai mat
Balas   • Laporkan
Yantie
09/02/2010
Terus... terus n terus... lagi... lagi n lagi.... kalau sering mengulang kesalahan yang sama namanya apa Guys ???????????????
Balas   • Laporkan
Presiden
09/02/2010
Dasar budaya aneh, mungkin memang binatang yg membuat budaya seperti itu, tapi kok manusia ikut2an ya?
Balas   • Laporkan
shofi
09/02/2010
terus saja berulang, hrsnya indo bisa mencetak cris jhon2 melimpah. Dan anehnya, bpk-2 dan ibu2 wali murid msh pd antri ingin anaknya sekolah diskolah2 kedinasan, malah bangga mungkin. duh negara dan rakyat yg aneh..
Balas   • Laporkan
aldy_sadewa
09/02/2010
SEETAANN ! pantas saja Indonesia RUSAK msh calon Pemimpin saja bgitu... SEWENANG-WENANG. Apalagi kalo jd PEJABAT....??? AKU TAMBAH YAKIN MEREKA akan.... NGeMPLANG DUIT RAKYAT. kEJADIAN yg bgini..!! .pejabat STIP ya kok DIAM saja....?? Heran...?apa MEREKA
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ