Nasional

Kontroversi Patung Buddha Berkepala Gus Dur

Tak ada niat menyakiti umat Buddha. Seniman ingin menggambarkan Gus Dur yang pluralis.

Selasa, 9 Februari 2010, 09:29 WIB
Elin Yunita Kristanti
patung "Sinar Hati Gus Dur" karya perupa Cipto Purnomo mirip patung Buddha (Antara/ Anis Efizudin)

VIVAnews - Dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sejumlah seniman membuat empat patung batu Presiden RI keempat itu.

Empat karya itu adalah patung “Mata Hati Gus Dur” karya Cipto Purnomo, “Gunung Gus Dur” karya Ismanto, “Presiden di Sarang Penyamun” karya Samsudin, dan “Gladiator Gus Dur” karya Jono.

Salah satu patung menuai kontroversi. Disebutkan Gus Yusuf panggilan akrab pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, KH Yusuf Chudlori, patung “Mata Hati Gus Dur” menyerupai Buddha dengan posisi sedang bersemedi.

Bedanya, wajah patung itu adalah wajah Gus Dur yang memakai kaca mata tebal.

Patung itupun menuai kontroversi. Protes datang dari Dewan Pengurus Pusat Pemuda Theravada Indonesia (DPP PATRIA).

Kalangan komunitas seniman Magelang yang diwakili KH Yusuf Chudlori lantas meminta maaf kepada pemuda Buddha.

"Sebetulnya niatan dari teman-teman seniman Magelang itu untuk menggambarkan tentang betapa sangat pluralisnya Gus Dur tanpa maksud lebih dari itu," kata Gus Yusuf kepada VIVAnews di Solo, Senin, 8 Februari 2010, malam.

"Waktu itu saya dimintai komentar dan saya pun menjawab Gus Dur tidak hanya milik orang Islam dan jika dilihat dari ekspresi seni itu wajar dan sah-sah saja," lanjut dia.

Dia menambahkan, kalau patung itu sampai menyakiti kalangan umat Buddha. "Itu bukan sifat Gus Dur untuk menyakiti agama lain."

"Oleh sebab itu, saya mungkin  mewakili teman-teman seniman Magelang meminta maaf. Dan barangkali nanti bisa diselesaikan dengan baik-baik," tegasnya.

Pada intinya, lanjut dia, tak ada sedikit pun untuk melukai umat Buddha.

Apa Alasan Seniman Membuat Patung 'Buddha Gus Dur'? Klik di sini

 

Laporan: Fajar Sodiq| Solo

 

• VIVAnews
Rating
Komentar
kimung
10/02/2010
wah gawat nih...bisa disembah juga seperti org2 budha menyembah SIDHARTA GAUTAMA
Balas   • Laporkan
inz
10/02/2010
bener banget tu.... membuat patung itu haram dalam islam....kok tega buat patung dengan bentuk gitu? trus tolong di perbaiki........ada kata salah tu dlm tulisan.... wafat itu disebut untuk Nabi bukan manusia biasa....memangnya Gusdur Nabi? plis diganti
Balas   • Laporkan
wi2ed
10/02/2010
Budaya peng-kultus-an ternyata masih mengakar di negara ini ya..... Sungguh kasihan Gus Dur. Disembah,didewakan,dipatungkan,dikeramatkan, dianggap sakti sampe2 tanah makamnya dipercaya bisa dijadikan obat, lalu apa lagi....?????? Bukankah Islam melarang i
Balas   • Laporkan
wi2ed
10/02/2010
Budaya peng-kultus-an ternyata masih mengakar di negara ini ya..... Sungguh kasihan Gus Dur. Disembah,didewakan,dipatungkan,dikeramatkan, dianggap sakti sampe2 tanah makamnya dipercaya bisa dijadikan obat, lalu apa lagi....?????? Bukankah Islam melarang i
Balas   • Laporkan
atom
10/02/2010
gus dur itu manusia biasa. ya berak. ya makan. ya bernapas. dan akhirnya mati juga. bukan Tuhan. Dodol.
Balas   • Laporkan
demian
10/02/2010
saya rasa seniman itu bukan ingin mencari popularitas, dan bukan permasalahan haram atau tidaknya patung itu dibuat...mungkin kata yang tepat kita harus mengapresiasinya.
Balas   • Laporkan
sesy
10/02/2010
aku setuju, Gus Dur itu bukan hanya milik orang muslim tapi milik semua agama. dia orang kedua di Indonesia yang aku kagumi setelah almarhum Romo Mangun Wijaya. "jadi lah orang Indonesia yang 100% Indonesia"
Balas   • Laporkan
pejuang kebenaran
10/02/2010
SEPLIS (sekulerisme, pluralisme liberalisme) adalah produk2 budaya buatan manusia manusianya kafir lagi
Balas   • Laporkan
Amzay
10/02/2010
heran, koq gusdur malah dibikinin patung?
Balas   • Laporkan
Amzay
10/02/2010
heran, koq gusdur malah dibikinin patung?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ