Nasional

Puting Beliung, Siswa Belajar di Mushala

Puting beliung yang terjadi pada 1 Februari lalu menyebabkan dua ruang kelas ambruk.

Senin, 8 Februari 2010, 11:04 WIB
Amril Amarullah
Puting beliung akibatkan sebuah rumah ambruk (Ahmad Zahrir Ridlo | Surabaya Post)

SURABAYA POST - Puluhan siswa SDN Totosan I, Kecamatan Batang-Batang, terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah warga dan musala. Pasalnya, bencana angin puting beliung yang terjadi beberapa hari lalu merusak sebagian besar gedung sekolah.

”Memang agak sedikit mengganggu, belajar di rumah warga dan musala. Tapi, bagaimana lagi, kita harus tetap melaksanakan KBM,” ujarnya, Senin (8/2) pagi tadi.

Puting beliung yang terjadi pada 1 Februari lalu menyebabkan dua ruang kelas ambruk. Sedangkan dua kelas lainnya rusak parah. Sekolah hanya mempunyai empat ruangan yang layak untuk ditempati. Satu ruangan dijadikan kantor dan tiga ruangan dijadikan kelas.

Guru SDN Totosan I, Nur Fausah, mengatakan pihak sekolah memindahkan KBM karena khawatir kelas yang rusak akan roboh juga. ”Kami tidak berani menempati ruang itu, karena kerusakannya parah,” katanya.

Ada sekitar 60 siswa yang harus mengungsi ke rumah warga dan musala. Dia berharap, dalam waktu yang tidak lama ada upaya perbaikan ruangan dari pemkab, sehingga anak didiknya kembali belajar di ruangan.

Laporan: Ahmad Zahir Ridlo



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ