Nasional

Pensiunan Guru Melamar Jadi Bupati

Berbekal sejumlah tanda tangan, Subani memberanikan diri datang ke KPUD.

Senin, 8 Februari 2010, 09:34 WIB
Elin Yunita Kristanti
Kampanye calon pilkada dari PDIP di Kediri (Antara/ Arief Priyono)

SURABAYA POST - Subani bukan orang partai, namun bukan tidak mengerti politik. Setelah pensiun dari profesinya sebagai guru, ia mendaftar diri jadi calon bupati. Siapa tahu jadi.

Dengan bekal sejumlah tanda tangan dan fotokopi KTP dukungan Subani memberanikan diri datang ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) untuk mendaftar pada detik terakhir menjelang berakhirnya masa pendaftaran, Senin (8/2). Subani mengaku guru mantan Bupati Kediri, Ir Sutrisno. Kemunculannya cukup mengejutkan. Apalagi selama ini Subani juga tidak banyak dibicarakan di panggung politik. Dia juga tidak memajang baliho, spanduk maupun poster seperti Cabup yang lainnya yang kini banyak menghiasi pelosok desa.

Rabu siang, dengan dibonceng sepeda motor siang bersama beberapa pendukungnya, Subani sudah datang ke KPUD untuk konsultasi. Mesti hari itu batas waktu pendaftaran, namun Subani tidak langsung mendaftar. Karena masih ada waktu beberapa jam lagi hingga pukul 24.00.

Menurutnya, Rabu siang bukan hari yang baik untuk mendaftarkan diri sebagai Cabup. Karena itu, dia memilih detik-detik terakhir Rabu malam setengah jam sebelum penutupan. Subani membawa sejumlah pendukung, menyerahkan formulir dan bukti dukungan, berupa foto copy KPT sebanyak 51.700 lembar, melebihi ketentuan KPUD, yaitu sebanyak 41.141 dukungan.

Ketua KPUD Drs Agus Edi Winarno yang dikonfirmasi tentang berapa jumlah pendaftar Cabup dari jalur independen, dikatakan hanya satu orang: Subani, warga Dusun Sidodadi, Desa Canggu, Badas Kabupaten Kediri. Profesi terakhirnya guru Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Kabupaten Kediri.

Surat dukungan yang dikirimkan ke KPUD berasal dari 26 kecamatan. Jadi di setiap kecamatan punya dukungan. Padahal, menurut persyaratannya, dukungan itu cukup 50 persen dari kecamatan. “Desanya juga tercantum, sebanyak 203 desa. Namun apakah semua dukungan itu memenuhi syarat, kita lihat dulu hasil ferivikasinya nanti,” kata Agus, Senin (8/2).

Nama Cawabup yang disodorkan oleh Subani adalah Masrukin, warga Wonorejo, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Padahal sebelumnya, Subani mengatakan Cawabupnya adalah Bu Ut. Namun Ut siapa, dia juga kurang jelas. Namun malamnya, dia membawa nama Cawabup, Masrukin.

Setelah diverifikasi, kata Agus, jika ada kekuranagan, calon independen akan diberi kesempatan untuk melengkapi dukungannya. Setelah itu, dia juga harus melengkapi sejumlah berkas, di antaranya melegalisir ijazah mulai SD hingga ke pendidikan terakhir. Surat tidak pernah terlibat tindak pidana, dipenjara dan masih banyak lagi.

Ketika ditanya berapa persen kemungkinannya Subani lolos, Agus tidak bisa menjelaskan. Karena ferifikasi surat dukungan masih berlangsung. “Tunggu sajalah nanti jika verifikasi selesai,” jelas dia.

Oleh: Gimo Hadiwibowo



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ