SURABAYA POST – Massa Dusun Bacem Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto diduga membakar mesin pengeruk sirtu (bego) milik CV. Kalvari Abadi di lokasi galian sirtu desa setempat.
Aksi itu merupakan puncak kejengkelan masyarakat terhadap aktivitas pengerukan sirtu di wilayah mereka.
Kejengkelan warga di antaranya dipicu oleh ulah pemilik usaha pengusaha galian yang sama sekali tidak pernah memberikan kompensasi apapun terhadap desa. Padahal jelas, usaha tersebut mengancam kelestarian lingkungan sekitarnya.
Terbakarnya bego senilai ratusan juta rupiah itu diketahui sekitar pukul 04.00., Senin (8/2). Koran ini kesulitan untuk mendapatkan keterangan tentang kejadian tersebut. Saat sampai di tempat kejadian, tidak ada satupun warga yang mau memberikan keterangan. Mereka melakukan gerakan tutup mulut. Namun disinyalir kuat para pelaku berasal tak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut informasi, bego itu disewa oleh H. Ridho, kepala dusun setempat yang nyambi menjadi pengusaha galian sirtu. Ridho yang berusaha dikonfirmasi, sejak kejadian tersebut seolah menghilang.
Menurut warga, sejak adanya galian sirtu di wilayah mereka, jalan desa yang dilalui truk pengangkut sirtu cepat rusak. Aksi warga menentang usaha galian ini ‘dipelopori’ oleh oknum perangkat desa itu sudah sering dilakukan. Bahkan beberapa kali aksi demo yang digelar oleh warga sekitarnya, tapi tidak dihiraukan. Puncaknya baru diketahui setelah bego terbakar.
Kapolsek Gondang, AKP H Moch Anwar, SH dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Kami masih berusaha untuk meng-identifikasi para pelaku,” jelasnya.
Yang menarik, sampai Minggu sore polsek belum menerima laporan secara resmi terkait kejadian tersebut, termasuk dari pemilik bego. Selain itu pemilik bego juga masih dicari.
“Identitas pemilik bego sampai kini masih kita cari, “ kata Anwar yang dihubungi lewat Kanit Reskrimnya, Aiptu Usman.