Nasional

Aksi 'Si BuYa' yang Kebablasan

Aksi SiBuYa dinilai Guruh agak kebablasan dan tidak pancasilais.

Senin, 8 Februari 2010, 06:07 WIB
Amril Amarullah
Aksi Demonstrasi Seratus Hari Membawa Kerbau (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews -- Ketua DPP PDI Perjuangan Guruh Soekarnoputra melihat demonstrasi pada 100 hari masa kepemimpinan SBY-Boediono dengan membawa kerbau bertuliskan 'SiBuYa' ini, agak kebablasan dan tidak pancasilais dalam menyampaikan pendapatnya.

"Aturan kita tidak pernah melarang rakyatnya menyampaikan pendapatnya karena dalam UUD 1945 pun sudah jelas tertuang kalau rakyat berhak berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Semuanya itu dilindungi," kata Guruh di Denpasar, Minggu, 7 Februari 2010.

Namun, jika melihat ajaran Pancasila bukan saling menyakiti atau menghina secara berlebihan seperti aksi demo yang terjadi di Jakarta.

"Jadi, sifat pancasila bukan saling menyakiti atau menghina secara berlebihan seperti itu, apalagi sampai menggunakan kekerasan," sesal dia.

Sebagai sesama warga Indonesia, semua adalah satu keluarga dan saudara, sebaiknya tidak menggunakan atribut-atribut demikian.

Sebelumnya ribuan massa yang mengatasnamakan gerakan revolusi, Kamis (28/1), memadati kawasan Istana Negara. Mereka mengkritisi 100 hari kinerja pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)–Boediono.

Yang menarik, para demontran yang tergabung dalam Pemuda Cinta Tanah Air, dalam aksinya turun ke jalan melibatkan seekor kerbau jantan. Dalam keadaan hidung dicocor, kerbau milik seorang petani di kawasan Jatiwaringin ini digiring berjalan kaki dari kawasan Bundaran HI menuju Istana Negara.

Laporan: Dewi Umaryati | Bali

• VIVAnews
Rating
Komentar
Dije
09/02/2010
Saya tidak senang dgn demonstrasi seperti itu, itu cara2 yg tidak terhormat. Sudah tau semualah kita, kalo para demonstran "dibayar", makanya mau lakuin apa saja untuk demonstrasi.
Balas   • Laporkan
iyan
08/02/2010
itulah resiko pemegang jabatan publik...pujian dan hujatan rewads dari publik
Balas   • Laporkan
YASRI
08/02/2010
KIRA2 BERAPA YA HARGA KERBOAU SIBUYA SAYA MINAT UNTUK BELINYA
Balas   • Laporkan
chandra
08/02/2010
@zainul fuad:apakah substansi yang anda miliki memadai daripada omongananda yang merendahkan simbol2 bangsa ini yang mencerminkan sebagian besar Warga Negara yang memilihnya...
Balas   • Laporkan
DSH
08/02/2010
@Zainal Fuad : mereka bisa seperti itu karena mereka kompak dan satu tujuan. Lihat saja bagaimana bangsa ini, justru terpecah belah oleh sesama anak negeri. Jangan ngomong soal nama planet sebelum moral bangsa diperbaiki.
Balas   • Laporkan
andi saputra
08/02/2010
masalah kerbau aja diributin,yang masih merasa jadi manusia ya cuek aja.bagi yang merasa seperti kerbau ya biar asik dengan kerbaunya.gitu aja kok repot
Balas   • Laporkan
SiBuYa
08/02/2010
Hidup para Demonstran.saya sangat setuju dengan aspirasi dari rakyat.tapi bukan dari kalian yang menganggap demo sebagai lahan garapan baru.jangan memanfaatkan rakyat miskin dengan memberi mereka sedikit rupiah.kalian yang mengaku diri sebagai orang yang
Balas   • Laporkan
SiBuYa
08/02/2010
Hidup para Demonstran.saya sangat setuju dengan aspirasi dari rakyat.tapi bukan dari kalian yang menganggap demo sebagai lahan garapan baru.jangan memanfaatkan rakyat miskin dengan memberi mereka sedikit rupiah.kalian yang mengaku diri sebagai orang yang
Balas   • Laporkan
SiBuYa
08/02/2010
Hidup para Demonstran.saya sangat setuju dengan aspirasi dari rakyat.tapi bukan dari kalian yang menganggap demo sebagai lahan garapan baru.jangan memanfaatkan rakyat miskin dengan memberi mereka sedikit rupiah.kalian yang mengaku diri sebagai orang yang
Balas   • Laporkan
netty
08/02/2010
rakyat kok santun..pemimpinya aja gitu....rakyat kan belajar dari pemimpinya.....rakyat butuh makan....lowongan kerja....klo kerbau itu dr sulawesi..makmur kita...kasian deh luh...cuma mikirin santun....buat apa .santun klo nyengsarain rakyatnya....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ