Nasional

Seniman Tunanetra Hadir di 40 Hari Gus Dur

Mereka mengaku datang atas inisiatif sendiri tanpa diundang dan pemberitahuan.

Minggu, 7 Februari 2010, 20:51 WIB
Amril Amarullah, Beno Junianto
Doa dan lilin untuk Gus Dur di Surabaya (VIVAnews/ Ali Masduki)

VIVAnews -- Sedikitnya 15 orang tunanetra yang tergabung dalam 'Pasti' atau Persatuan Antar Seniman Tunanetra Indonesia terlihat dengan hikmat mengikuti acara 40 hari meninggalnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu, 7 Februari 2010.

Mereka mengaku datang atas inisiatif sendiri tanpa diundang dan pemberitahuan. "Saya menghitung sendiri waktunya, mulai dari almarhum meninggal," kata Ade Komarudin kordinator 'PAsti' kepada VIVAnews.

Meski belum pernah bertemu langsung semasa hidup dengan Gus Dur, tetapi suaranya sering didengar saat menjabat sebagai presiden. "Kalau dulu saya denger suaranya saja tanpa pernah bertemu," ujarnya.

Meski demikian, 15 para tunanetra ini melihat sosok almarhum sebagai orang yang penuh dengan kebanggaan, penuh simpatik dan kharisma. Bahkan hingga kini foto Gus Dur masih terpampang di salah satu sudut ruangan tidur Ade Komarudin di Sukabumi.

Selain dihadiri oleh 15 tunanetra, acara juga dihadir sejumlah pemuka agama di Indonesia seperti Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Kegiatan 40 hari meninggalnya mantan Presiden RI ke empat ini juga berlangsung di pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur dan dihadiri ribuan orang.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ