Nasional
Petani Parepare Kaya Mendadak

Penjelasan Mandiri Soal Kasus Petani Parepare

Menurut Mandiri, kasus ini sudah lama. Terjadi pada November 2008.

Minggu, 7 Februari 2010, 17:22 WIB
Hadi Suprapto
Gedung Bank Mandiri (VivaNews/ Nur Farida)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews -  PT Bank Mandiri Tbk mengakui telah terjadi salah input pada rekening Alimin, petani asal Parepare, Sulawesi Selatan. Karena kesalahan ini, Alimin kaya mendadak. Sebab, tabungannya bertambah Rp 13 triliun.

Menurut Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Sukoriyanto, kesalahan terjadi saat input data yang seharusnya Rp 1,3 juta menjadi Rp 13 triliun. "Terpencet dua kali," kata dia kepada VIVAnews, Minggu 7 Februari 2010.

Namun, dia mengatakan, beberapa jam kemudian, kesalahan ini langsung dibetulkan. "Kami langsung bertindak," ujar dia.

Sukoriyanto juga mengatakan, kesalahan itu langsung dibereskan sesaat setelah kesalahan input data itu. Manajemen Bank Mandiri Parepare, katanya, sudah bertemu dengan Alimin di rumahnya. Pertemuan dilakukan pada Januari dan Februari 2009. "Semua sudah beres."

Sukoriyanto memastikan bahwa kasus ini sudah tuntas diselesaikan. Rekening Alimin pun, katanya, sudah aktif dan tidak pernah diblokir. Artinya tidak ada masalah lagi. Itu sebabnya, Sukoriyanto heran mengapa baru sekarang masalah ini dipersoalkan.

Sebelumnya VIVAnews memberitakan bahwa seorang petani di Parepare yang bernama Alimin kaya mendadak karena tabungannya membengkak menjadi Rp 13 triliun.

Berita yang dikutip dari tvOne itu, menyebutkan bahwa DPRD setempat akan memanggil Bank Mandiri Parepare untuk menjelaskan kasus ini.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ariel
10/02/2010
sanca ini kayaknya sakit hati yach ama BM atau mungkin dari bank pesaing, kalo ga salah masalah ini udah diselesaikan oleh BM Setahun yang lalu artinya udah clearlah, sy bangga dgn BM karena kayaknya memang yg terbaik di Indonesia. Coba lihat di TV kayakn
Balas   • Laporkan
Harris
08/02/2010
Good....good....good....(jempol terbalik tuh)
Balas   • Laporkan
Said
08/02/2010
Coba pegawainya didik yang benar sebab biza bikin bencana baik bank yang bersangkutan maupun pihak nasabah ok
Balas   • Laporkan
jagur
08/02/2010
walahh..................Bank besar,BUMN pula la kok nguaaawuuurrrrr tenan..........................................
Balas   • Laporkan
Andrejazz
08/02/2010
Money Laundry ada isu yg pantas.. kejahatan perbankan yg mesti di teliti dan di usut. Heran bangsa Indonesia ini udah gak ketulungan untuk masalah korupsi dan kejahatan lain nya ampuuunnn boozzzz
Balas   • Laporkan
yona
08/02/2010
1.300.000 menjadi 13.000.000.000.000 aneh ya......
Balas   • Laporkan
kamsun
08/02/2010
Singkat aja! Tindak tegas orang-orang yang melakukan kesalahan besar ini. Kalo bank raksasanya aja kayak gini, jangan salahkan kalo bank encik-encik kayak Century lebih ancur..!!!
Balas   • Laporkan
ludie
08/02/2010
Jaman makin edan...... sabar ya pak....
Balas   • Laporkan
Dhodho
08/02/2010
kock bisa ya..pencet angka bisa salah padahal mencet angka "Nol" dua belas kali cuapeeekk.. harusnya sadar......kw..kw..kw
Balas   • Laporkan
rudi
08/02/2010
Kesalahan seperti ini pernah terjadi pada teman saya di Jakarta. Kurang lebih 5 tahun lalu tiba-tiba uang di rekeningnya bertambah 2 milyar. Setiap kali ditanyakan tidak ada yang bisa menjawab hingga mengendap selama 2 tahun. Bayangkan uang sebanyak itu t
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ