VIVAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar menilai keberadaan makelar kasus di Indonesia sudah menjadi sebuah jaringan. Sehingga, sulit untuk diberantas.
Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasn Mafia yang diketuai Kuntoro Mangunkusumo. Menurut Patrialis, Satgas ini seharusnya punya intelijen sendiri.
"Ada permainan canggih dalam makelar kasus," kata Patrialis kepada wartawan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis 4 Februari 2010.
Tanpa ada intelejen, dia menilai Satgas tidak dapat berjalan secara maksimal. "Markus itu tidak kelihatan, tetapi ada," imbuhnya.
Januari 2010, Satgas sempat melancarkan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta. Di sana, mereka menemukan sejumlah fasilitas wah bagi segelintir tahanan, termasuk terpidana suap jaksa, Artalyta Suryani.
Satgas menilai pemberian fasilitas itu berkaitan dengan mafia hukum di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
• VIVAnews