Nasional

Thamrin City Disulap Jadi Pusat Batik

Pusat belanja ini terbukti menghasilkan omzet miliaran rupiah melalui pameran batik.

Kamis, 4 Februari 2010, 13:52 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Gelar Batik Nusantara (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pusat belanja Thamrin City disulap menjadi Pusat Batik Nusantara karena terbukti menghasilkan omzet miliaran rupiah melalui pameran batik setiap akhir pekannya.

CEO PT Jakarta Realty, pengembang Thamrin City, Hadi Satyagraha mengaku pihaknya memperoleh omzet hingga Rp 3,5 miliar pada pameran batik yang dirintis sejak 14 November 2009. Pedagang yang terlibat mencapai 4.750 orang dan jumlah pengunjung mencapai 31 ribu.

"Saat itu pameran batik hanya diadakan beberapa hari saja dalam seminggu, tapi karena animo masyarakat positif makanya akan digelar setiap hari melalui peresmian Pusat Batik Nusantara," kata Hadi saat peresmian Pusat Batik Nusantara oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Thamrin City, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2010.

Setiap harinya, Hadi mengklaim, Pusat Batik Nusantara menghasilkan omzet sebesar Rp 75,6 juta dari 101 pedagang dengan total pengunjung mencapai 656 orang.

Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan pasar potensial bagi produk dalam negeri untuk berkembang. "Karena itu, kita harus memanfaatkan kesempatan uang tersedia agar produk dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersaing dengan produk impor," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Untuk mendukungnya, Mari mengaku pemerintah akan berupaya mengawasi produk batik asing terutama China untuk meningkatkan perlindungan terhadap hak cipta dan pasar produk batik Indonesia.

"Jadi tidak perlu takut dengan corak batik dari China, karena batik kita sendiri terus berkembang dan dinamis serta bervariasi," ujarnya.

Selain Pusat Batik Nusantara, Thamrin City juga akan mengembangkan konsep serupa dengan menghadirkan Pusat Jamu Tradisional Nusantara, Pusat Batu Mulia Nusantara, dan Pusat Cendera Mata Nusantara.

Pusat Batik Nusantara menghadirkan batik dari seluruh Indonesia, seperti Pekalongan, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, dan Madura.

Melalui Pusat Batik Nusantara, Hadi mengklaim konsumen akan mendapatkan harga batik yang lebih murah karena penjual langsung dari pengrajin.

"Pameran ini sengaja harus diikuti langsung oleh kalangan pengrajin dari UKM sehingga rantai distribusi menjadi pendek dan harga menjadi kompetitif dibandingkan produk impor yang murah," ujar Hadi.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ