VIVAnews -- Puluhan wartawan mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Selasa 2 Februari 2010. Mereka meminta klarifikasi atas kejadian pelecehan terhadap wartawan lokal TATV Solo, Beny Surya.
Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Surakarta (FWS) langsung menemui Kepala Kejari, Kardi dan meminta pertanggung jawaban atas tindakan pelecehan yang dilakukan Kajari.
Saat itu, Beny bersama rekan wartawan lainnya berbincang dengan Kasi Pidsus Puji Triasmoro. Kajari masuk ruangan dan menyalami seluruh wartawan.
Tapi, saat hendak bersalaman dengan Beny, Kajari Kardi menolak, karena melihat tangan Beny mengepal dan seolah akan memukul, padahal tangannya memang cacat. Yang juga disesalkan adalah sikap Kajari yang berujar "amit-amit" semoga anaknya yang hamil nantinya tidak cacat.
Awalnya, wartawan menganggap apa yang dilontarkan Kajari bercanda, tetapi justru diulang beberapa kali dengan wajah tanpa senyum.
"Kami datang kesini untuk meminta klarifikasi mengenai pelecehan yang dilakukan Kajari kepada Beny Surya. Karena apa yang dilakukan oleh Kajari itu tidak beretika. Apalagi Kajari merupakan penegak hukum," kata Ketua Dewan Kehormatan PWI Surakarta, Begog D Winarso, Selasa, 2 Februari 2010.
Dalam pertemuan dengan para wartawan, Kardi pun mengakui bersalah dan meminta maaf kepada para wartawan, terutama saudara Beny Surya. Bahkan, dirinya sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. "Saya menyesal dan sebenarnya, tidak ada maksud menghina," kata Kardi.
Laporan: Fajar Sodiq | Solo