VIVAnews - Pentolan teroris di Indonesia, Noordin M Top, memang telah tewas dalam sebuah penggerebekan di Desa Jebres, Solo, Jawa Tengah, 2009 silam. Namun, masih banyak cerita yang terungkap dari sosok pria asal Malaysia itu.
Istri Noordin, Arina Rahmah, ketika memberikan kesaksian dalam sidang kasus terorisme dengan terdakwa Saefudin Zuhri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 1 Pebruari 2010, membeberkan cerita tentang sosok Noordin.
Arina mengaku, dalam lingkungan keluarganya, Noordin dikenal dengan nama Ade Abdul Halim. Arina tidak pernah mengetahui sejak kapan keluarganya mulai mengenal Noordin alias Ade. Dia hanya mengaku saat dia sedang menimba ilmu di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tiba-tiba disuruh pulang oleh bapaknya, Bahrudin Latif alias Baridin. Arina patuh, pulang ke Cilacap. Ternyata di Cilacap dikenalkan dengan Ade dan lalu menikah.
Sejak menikah dengan Noordin akhir 2005, Arina yang telah dikaruniai 2 putra, yaitu Khaula (2,5 tahun) dan Dawud (1,5 tahun) itu mengaku tidak pernah diajak oleh Noordin untuk menengok kedua orang tua Noordin karena disebutnya sudah meninggal. Noordin juga mengaku sebagai pengurus salah satu pondok pesantren di Sulawesi Selatan. Namun "Tidak pernah mengajak saya untuk menengok pondok pesantrennya di Makassar," kata Arina.
Semenjak menikah, Noordin M Top alias Ade sering meninggalkan Arina dan anak-anaknya. Setiap Arina bertanya ke mana perginya, Noordin selalu menjawab ada urusan. Noordin bisa pergi selama berbulan-bulan entah ke mana tanpa diketahui oleh Arina. Namun, "manakala di rumah Ade Abdul
Halim [Noordin] selaku suami melaksanakan kewajibannya yaitu memberikan nafkah lahir dan batin setiap harinya," kata Arina dalam dokumen persidangan itu.
Arina pun selalu bertanya soal kepergian sang suami. Namun selalu mendapatkan jawaban itu urusan laki-laki. "Justru saya selalu ditekankan untuk mengurus anak-anak jangan sampai terlantar,"
Arina memberi pengakuan dalam dokumen persidangan itu.
Arina mengatakan sosok suaminya yang tertutup. Ketika berada di dalam rumah, suaminya hanya memiliki aktifitas di dalam rumah saja. "Yaitu shalat, baca Al-Quran, membaca buku-buku dan tidak pernah keluar rumah."
Mengenai orang-orang yang bertamu untuk Noordin, Arina juga mengaku tidak pernah mengetahui kepentingan mereka. Para tamu itu berlaku seperti layaknya orang biasa yang bertamu di ruang tamu.
Arina pun mengaku foto-foto Noordin yang selama ini disebar oleh polisi sangat mirip dengan suaminya. "Setelah saya perhatikan dan saya amati, saya mengenali bahwa wajah tersebut [Noordin M Top] adalah mirip dengan wajah suami saya yang bernama Ade Abdul Hakim yang saya kenal semenjak menikah, yaitu sekitar akhir tahun 2005 di rumah saya, Jalan Jombang Dusun Melela Desa Pasuruhan Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap."