Nasional

BPS: Perdagangan Bebas Tekan Inflasi

Harga produk impor yang kemungkinan bakal menurun salah satunya adalah produk sadang.

Senin, 1 Februari 2010, 13:57 WIB
Antique, Syahid Latif
DR. Rusman Heriawan (Kepala Badan Pusat Statistik) (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) optimistis pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas ASEAN dan China (CAFTA) bakal menekan laju inflasi di Tanah Air. Pasalnya, harga-harga bahan baku berpotensi menurun seiring mudahnya barang-barang produksi masuk ke Indonesia.

"Dampaknya bakal positif bagi inflasi, terutama untuk penurunan harga pada produk-produk impor," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin, 1 Februari 2010.

Menurut Rusman, harga-harga produk impor yang kemungkinan bakal menurun salah satunya adalah produk sadang. "Harga akan lebih murah," katanya seraya menambahkan bahwa pemberlakuan CAFTA juga bakal menekan aksi penyelundupan barang dari negera Tirai Bambu tersebut.

Dia memprediksikan, dampak pemberlakuan CAFTA baru akan terasa pada kuartal III-2010 dan sampai saat ini belum bisa terlihat. Kendati demikian, Rusman mengaku ada informasi seputar antrian kapal-kapal pengangkut barang impor dari China yang bersandar di sejumlah perairan di tanah air.

"Memang harus diakui, adanya dampak pemberlakuan CAFTA pada produk tekstil, alas kaki, dan baja," katanya.

Rusman mengusulkan, upaya untuk membendung masuknya produk China ke Indonesia dapat dilakukan dengan memberlakukan kebijakan non tariff barier. Sebab, pemberlakuan tarif saat ini sudah tidak bisa lagi dilakukan.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ