Nasional

DPR Minta Transparansi Pembelian Pesawat

"Kita inginkan sesuai perintah UUD yang pokoknya adalah keterbukaan dan transparansi."

Jum'at, 29 Januari 2010, 14:21 WIB
Arry Anggadha, Suryanta Bakti Susila
  (AP Photo/John Froschauer)

VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat meminta transparansi dari pemerintah yang mengusulkan pembelian pesawat kepresidenan. Karena pemerintah tidak memberikan rincian harga pembelian Boeing 737-400 itu.

"Yang dipersoalkan harus ada transparansinya," kata Ketua Badan Anggaran DPR, Harry Azhar Aziz, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat 29 Januari 2010.

Harry menjelaskan, pemerintah tidak menyebutkan total harga yang dibutuhkan. Pemerintah hanya menyebutkan alasan pembelian pesawat karena lebih murah dibanding sewa.

"Yang kita inginkan sesuai perintah UUD yang pokoknya adalah keterbukaan dan transparansi, dan kedua adalah pertanggungjawaban," ujarnya.

Kebijakan pembelian pesawat baru ini sudah mendapat kecaman. Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai kebijakan itu memboroskan anggaran negara.

FITRA membandingkannya dengan pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Alokasi anggaran perjalanan dinas presiden Megawati di dalam negeri dan ke luar negeri pada 2002 dianggarkan hanya Rp 48,845 miliar. Itu termasuk untuk menyewa pesawat, bukan pengadaan pesawat.

Sedangkan pemerintah berencana membeli pesawat VVIP jenis Boeing 737-400 sebagai pesawat “pribadi” dengan nilai Rp 200 miliar.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rakyat kecil
29/01/2010
kan ada PT.DI yang bisa buat panser, helikopter.kenapa gak minta PT.DI buatin pesawat ke presidenan.kalo bisa buat kenapa harus beli?
Balas   • Laporkan
tanaya
29/01/2010
biaya perawatannya & sewa hanggarnya per tahun brp ya??
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ