Nasional

Boediono Tak Khawatir Dimakzulkan

Boediono tidak masalah jika dicopot dari jabatannya. Dia hanya ingin mengabdi untuk bangsa

Jum'at, 29 Januari 2010, 12:22 WIB
Elin Yunita Kristanti, Bayu Galih
Boediono Penuhi Panggilan Pansus Century (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan ketidakhawatiran apabila dinamika politik saat ini mengharuskan dia tidak lagi mengemban jabatan sebagai Wapres. Karena bagi Boediono, jabatan sebagai Wapres merupakan pengabdiannya terhadap bangsa.

Hal ini diungkapkan Boediono kepada pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang menemuinya di Istana Wapres, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2010. "Bagi beliau (Boediono) jabatan hilang tidak masalah. Beliau semata-mata ingin mengabdi terhadap bangsa," kata Ketua Bidang Organisasi HIPMI Kamrussamad.

Namun Kamrussamad mengatakan jangan sampai proses yang menyebabkan Boediono kehilangan jabatan berlangsung secara inkonstitusional. "Cara yang ditempuh dengan delegitimasi itu tidak elok dalam kehidupan bernegara," tutur Kamrussamad.

Namun Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa membantah konteks ucapan Boediono semata-mata terkait Century. Secara umum, ucapan itu terkait konteks generasi tua yang siap menyerahkan kepemimpinan ke generasi muda.

"Pemimpin bangsa saat ini sudah tua dan siap untuk mundur secara legowo. Umur pasti ada batasannya, kaum muda harus siap ambil alih," kata Erwin.

Adapun kedatangan HIPMI menemui Boediono untuk membahas program 100 hari. Terutama pembahasan infrastruktur yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi

Wacana pemakzulan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden, Boediono mencuat gara-gara kasus Bank Century.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, syarat pemakzulan berat.

"Pemakzulan itu syaratnya berat, yaitu ada pengkhianatan terhadap negara, ada tindakan suap menyuap, melakukan perbuatan pidana berat, melakukan perbuatan tercela, tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden maupun wakil presiden," beber dia.

Proses pemakzulan, kata Patrialis lagi,  juga sangat panjang dan untuk pintu masuknya mengarah ke sana saja dalam kasus Century tidak ada.

• VIVAnews
Rating
Komentar
AGUS
29/01/2010
Indonesia butuh Pak boed , wong kampung ora ono pengaru"E karo kasus century Pak , maju terus Pak . wong kampung cuma pingen golek pangan penak karo urip tentrem . matursuwuunnn
Balas   • Laporkan
bonbon
29/01/2010
mending mundur dl pak boed.... sampai mslh benar2 clear,krn akan mengganggu kinerja anda sendiri...bravo indonesia!!
Balas   • Laporkan
jaka
29/01/2010
Kalau ujung ujungnya membuat kisruh dan membuat rakyat makin bingung apalah gunanya.....Harusnya Pemerintah & DPR bersinergi bagaimana Mengentaskan kemiskinan...
Balas   • Laporkan
damar
29/01/2010
maju terus...pantang mundur
Balas   • Laporkan
apaiya?
29/01/2010
okelah kalo begitu..!! asal nanti kl bener2 terbukti melanggar hukum stlh ada rekomendasi pansus wapres hrs mundur.., jgn byk berkelit & cari perlindungan kesana kemari.. "i'm waiting your commit"
Balas   • Laporkan
henri
29/01/2010
Bapak Boediono saya bangga terhadapmu...bangsa ini memiliki orang sepertimu sayang mereka mesia2kan hanya karena gila akan jabatan...plitik itu memang kejam...Pak Boed saya termasuk org yang tidak rela jika Bapak di dzalimi...Maju Terus Pak Boed...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ