Nasional

Alasan Patrialis Tak Copot Dirjen Lapas

Kasus sel mewah Ayin Cs kata Patrialis, masalah kecil. "Itu kan hanya ecek-ecek saja."

Jum'at, 29 Januari 2010, 12:03 WIB
Elin Yunita Kristanti
Kamar tahanan mewah Artalyta di Rutan Pondok Bambu (Antara/MI-Ramdani/Koz)

VIVAnews - Lembaga Pemasyarakatan sontak jadi sorotan ketika Satgas Pemberantasan Mafia Hukum membongkar sel mewah milih Artalyta Suryani alias Ayin dan beberapa tahanan di Rutan Pondok Bambu.

Buntut kasus tersebut, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mencopot kepa Rutan Pondok Bambu, Sarju Wibowo. Namun, Menkumham, Patrialis Akbar tak mencopot Direktur Jenderal Lembaga Pemasyarakatan, Untung Sugiono.

"Tidak ada sel mewah. Kalau anda lihat LP wanita di Yogyakarta, semuanya pakai kasur, bagus-bagus, dan mereka cukup nyaman tidurnya," kata Patrialis usai membuka acara rapat pleno ikatan notaris di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Jumat 29 Januari 2010.

Apa alasan Patrialis mempertahankan Untung? "Pak Untung itu orang baik, Dirjen yang berhasil dan dia tidak melakukan kesalahan sama sekali," tambah Patrialis.

Keberhasilan Untung dianggap Patrialis sudah sangat banyak sehingga tak bisa disebutkan satu per satu.

Kasus yang muncul itu, lanjut dia, hanya satu kasus di antara 150 ribu orang. "Itu kan hanya ecek-ecek saja," lanjut Patrialis.

Sebelumnya,  Pengamat dan praktisi hukum Todung Mulya Lubis mendesak Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar untuk bersikap tegas menindak pihak yang bertanggung jawab atas fasilitas mewah di lembaga pemasyarakatan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Untung Sugiono pun diminta Todung untuk bertanggung jawab.

"Tahanan dapat fasilitas bintang lima tidak perlu kompromi. Bukan hanya tanggung jawab kepala Lapas, tapi juga Dirjen Pemasyarakatan," kata Todung di sela peluncuran buku Widjojo Nitisastro di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2010.

Todung menilai Dirjen Pemasyarakatan memang tidak berurusan langsung dengan Lembaga Pemasyarakatan. "Tapi Dirjen bertanggung jawab atas seluruh LP di Indonesia," ucap Todung.

Laporan : Dewi Umaryati| Bali



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
vanboer
27/01/2011
selalu pejabat yang golongan rendah yang jadi korban. padahal anak buah bekerja berdasarkan instruksi dari atasan. politik emang kejam.......!
Balas   • Laporkan
vollytikoes
29/01/2010
untung sugiono ituuuuuu....konconya patrialis.mungkin begichuuuuu..
Balas   • Laporkan
jemmy
29/01/2010
woowww ,hebat sekali perkataan pak patrialis,saya kagum dgn beliau yang sangat melindungi bawahannya yg telah berjasa bagi bangsa dan negara , jadi sebetulnya tidak salah ada penjara mewah, masa seorang dirjen tidak tahu apa yg terjadi dilp orang2 top , t
Balas   • Laporkan
Ketela
29/01/2010
Patrialis harus diganti. Dia menteri yang tidak menguasai bidangnya, berkomunikasi buruk, kuat kesan tidak profesional. Setiap dia muncul di teve dan berkomentar, tidak ada isinya. Bandingkan dengan Andi Matalata sebelumnya yang terkesan punya wibawa kare
Balas   • Laporkan
zudi
29/01/2010
dalam kasus ini pemimpin sudah tidak bisa memberi teladan ke anak buah.........ada apa PATRIALIS?
Balas   • Laporkan
didik kus
29/01/2010
Itulah Indonesia ! Yang dikorbankan selalu yang kecil. Patrialis harus mencari fakta, apakah benar Dirjen tidak tahu kebijaksanaan kepala LP ?
Balas   • Laporkan
rohalus
29/01/2010
Kalau begitu sangat bagus sekali jika anda yang mundur pak patrialis.....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ