Nasional

Warga Ikut Andil Basmi Ulat di Tubuh Ummi

Penderitaan Ummi menuai simpati dari masyarakat. Bantuan mengalir pada gadis 12 tahun itu.

Jum'at, 29 Januari 2010, 08:27 WIB
Elin Yunita Kristanti
  (photobucket.com)

VIVAnews - Kondisi Ummi Darmianti sudah membaik. Luka-lukanya kini mengering dan tak lagi menjadi sarang ulat.

Penderitaan Ummi menuai simpati dari masyarakat. Banyak yang menyisihkan rezekinya untuk meringankan beban gadis 12 tahun ini atau sekedar menjenguk untuk membangkitkan semangat.

Wali orang tua Ummi, Asgar mengatakan, keluarganya menerima banyak sumbangan dari masyarakat maupun lembaga. Bantuan tersebut dalam bentuk tunai dan diserahkan ketika menjenguk Ummi di Rumah Sakit Umum Mamuju, Sulawesi Barat.

"Bantuan untuk Ummi berdatangan sejak seminggu lalu. Dan hasilnya sampai hari ini sudah mencapai Rp 17 Juta,” kata Asgar kepada VIVAnews, Jumat 29 Januari 2010.
 
Mereka yang menyalurkan bantuan antara lain pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebesar Rp 5 juta, Pemerintah Kabupaten Mamasa sebesar Rp 5 juta, serta Wakil Ketua DPRD Sulbar Arifin Nurdin sebesar Rp 700 ribu. Selebihnya adalah bantuan dari penjenguk yang bersimpati dengan penderitaan Ummi.

Mewakili keluarga besar Ummi, Asgar menyatakan berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang menyumbang kepada Ummi.

Asgar mengaku bantuan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi Ummi.

Biaya untuk Ummi, tambah Asgar, tidak kurang dari Rp 500 ribu setiap minggunya. Yang paling banyak adalah biaya operasional keluarga selama di rumah sakit.

Ditanya soal kondisi Ummi,  kata Asgar, makin baik. Satu-satunya luka yang masih basah terdapat di ketiak Ummi. Sedangkan tiga titik lainnya sudah mengering, yakni dibagian leher, dada dan dibagian payudara.

Penyakit Ummi berawal dari bisul yang tak kunjung sembuh. Karena hanya diobati secara tradisional, bisulnya ditumbuhi ulat. Ulat pun terus berkembang. Setelah dua tahun ulat itu sudah ke mana-mana, dari badan hingga leher.

Tim Dokter Rumah Sakit Wahidin Soedirohusodo (RSWS) Makassar, telah memastikan Ummi Darmianti positif menderita penyakti TBC kelenjar. Itu berdasarkan hasil tes laboratorium. Agar pulih total, Ummi harus dirawat intensif selama sembilan bulan.

Mengetahui kisah tragis Ummi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Menteri Kesehatan dan Kepala Dinas Mamuju untuk segera mengambil tindakan prioritas kepada Umi. "Kami akan bantu biayanya karena ini khas," kata Presiden, Jumat 22 Januari.

Laporan: Rahmat Zeena|Makassar



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
teguh78
22/02/2010
saya harap para pejabat di atas harusnya bisa intropeksi-lah atas semua berita di media elektronika... lihat koin prita & dana ntuk ummi .... jangan cuman oposisi-reshuffle kabinet !!! rakyat udah jenuh atas semua itu....
Balas   • Laporkan
Isriadi
02/02/2010
Saya juga sangat prihatin dengan keadaan yang di alami Ummi? sayapun siap berpartisipasi semampu saya untuk meringankan bebannya..?
Balas   • Laporkan
dodo
01/02/2010
Siapapun yg menggungkap pertama ke publik...derita Ummi !!! Semoga Allah SWT...memberikan banyak rahmad dan anugerah dr NYA...coba klo ngak terungkap...naas betul nasibnya Ummi Semoga cepat sembuh...salam
Balas   • Laporkan
ARUM
01/02/2010
ya allah beri dia kesehatan
Balas   • Laporkan
muzzi
01/02/2010
mana katanya pro rakyat kecil gajih menteri dan pejabat aja yg dipikiri .apa orang2 yang diatas sana ngak mikir dia bisa duduk disana karna siapa oran kecil bukan orang punya lama2 indonesia ini hancur klk para pemimpin seperti ini cuma mikiri kantong dan
Balas   • Laporkan
fadil
01/02/2010
moga penyakit yang diderita umi cepat diangkat dari tubuhnya.. amin. begitulah seharusnya kita saling membantu .yang kuat membantu yang tak berdaya... indah nian jadnya hidup nie
Balas   • Laporkan
batara
01/02/2010
ummi cpt sht lg ya.........!!!
Balas   • Laporkan
riris
01/02/2010
apakah kesehatan begitu mahalnya sehingga ummi menanggung sakitnya selama itu, padahal di negri ini banyak sekali dokter
Balas   • Laporkan
Teguh
01/02/2010
Beginilah nasib anak2 bangsa akibat koruptor para pemimpinya. Semua mikir dapat untung sendiri, makanya proyek2 yang dibangun cepat rusak dan dapat barang palsu. Usir koruptor dan keluarganya dari Indonasia
Balas   • Laporkan
Abdul Hadist
01/02/2010
yah memang harus diakui Petinggi negara ini masih memikirkan dirinya dan keluarga manusiawai sih, skarang sulit mencari tipe pemimpin sekaliber abu bakar, Umar, salahudin al ayubi...bagai mana nanti mempertanggung jwbkan ini semua dihadapan Tuhannya
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ