Nasional

1 Februari, Turis Bisa Urus Visa di Pesawat

Turis tak perlu lelah antre untuk mendapatkan visa Indonesia. Prosesnya cukup gampang.

Jum'at, 29 Januari 2010, 07:25 WIB
Elin Yunita Kristanti
Tabanan, Bali (warnawarni.co.cc)

VIVAnews - Indonesia segera menerapkan visa on arrival di dalam pesawat.  Aturan ini mulai diterapkan mulai 1 Februari 2010 dalam penerbangan Garuda Indonesia rute Tokyo-Denpasar-Jakarta.

Pelayanan visa on board  tersebut sebelumnya telah diujicoba akhir Desember 2009 lalu di pesawat Garuda Indonesia untuk jalur yang sama.

Menurut Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar, selain untuk menarik kunjungan wisatawan manca negara, pelayanan anyar ini juga untuk meningkatkan pelayanan untuk para turis.

Sebab, selama ini mereka mengeluh karena harus antre  panjang dan melelahkan.

Para turis cukup membeli voucher pembayaran visa on arrival di counter check in Garuda Indonesia, Bandara Narita, Tokyo kemudian dilakukan pemeriksaan paspor dan pemberian visa kedatangan oleh petugas imigrasi di atas pesawat. 

"Pelayanan visa on board di pesawat Garuda Indonesia ini dalam waktu dekat bisa diperluas untuk kedatangan wisatawan dari Australia dan Korea," kata dia, seperti dimuat laman Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Dengan layanan ini, Kementerian pariwisata mengharapkan target wisatawan mancanegara sebanyak 7 juta orang, tercapai.

***

Untuk pariwista, Bali masih jadi andalan. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali tahun 2009 mencapai 2,3 juta atau naik 21 persen dari tahun 2008 yang tercatat sebanyak 1,9 juta orang.

Pemulihan krisis keuangan global sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya pada semester dua tahun 2009 dan hal ini yang membuat minat wisman untuk berkunjung ke Bali terus naik.

 "Hal ini menunjukkan bahwa Bali masih menjadi destinasi favorit utama di kawasan Asia," kata Kepala kantor Bank Indonesia (BI) Denpasar, Jeffrey Kairupan, Kamis, 28 Januari 2010.

Namun, krisis juga telah memiliki dampak pada turunnya belanja harian wisman di Bali. "Kalau di tahun 2008, spending money-nya untuk wisatawan mancanegara 148 US dollar per hari, maka untuk tahun 2009 turun menjadi 105 US dollar per harinya," jelasnya.

Keberhasilan Bali menjadikan dirinya sebagai destinasi favorit wisata Asia membawa beberapa konsekuensi masalah mendasar.

Di tahun 2010 ini, Jefrrey memperkirakan akan ada lonjakan wisatawan mancanegara dan domestik seiring dengan pemulihan krisis ekonomi yang mendorong permintaan barang dan jasa secara luas, yang berhadapan langsung dengan ketergantungan ekonomi Bali terhadap produk-produk dari luar Bali, baik dari dalam maupun luar negeri yang secara struktural sangat signifikan.

Di lain pihak, masih terdapat kendala di bidang infrastruktur, utamanya di sektor perhubungan. Selain itu, berbagai aspek modernisasi yang dialami di Bali juga diperkirakan akan berseberangan dengan struktur budaya dan wisatawan domestik yang berlaku di Bali.

Laporan : Dewi Umaryati|Bali



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ