VIVAnews - Tidak hanya ratusan demonstran yang berada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Seorang pedagang patung tikus juga ikut memeriahkan aksi unjuk rasa.
Pantauan VIVAnews, pedagang patung itu menggelar dagangannya di depan Plaza Indonesia, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis 28 Januari 2010.
Sugiyanto, si pedagang itu menjual patung berbentuk unik. Patung itu diberi judul, "Tikus Rebutan Kursi". "Saya buka harga Rp 500 ribu," kata Sugiyanto.
Harga tinggi untuk patung tikus rebutan kursi itu terlihat sepadan. Bila dilihat bentuknya, tingkat kesulitan pembuatan itu cukup tinggi.
Patung yang terbuat dari limbah kayu jati itu berbentuk ratusan tikus. Tikus-tikus itu bertumpuk, saling tindih, saling injak, untuk mencapai tujuan di puncak.
Tumpukan tikus itu membentuk kerucut. Tingginya sekitar 60 centimeter, dan panjang sekitar 15 centimeter. Di bagian paling puncak terdapat kursi yang sudah diduduki seekor tikus. "Yang duduk di kursi itu namanya Raja Tikus," kata dia.
Menurut Sugiyanto, penjualan tikus koruptor itu dilakukan dengan memanfaatkan momen demo 28 Januari. Tidak hanya patung tikus yang dijual pria pengangguran ini.
Ada pula patung-patung yang dibuka dengan harga Rp 20 ribu. Semua patung itu terbuat dari limbah kayu jati. Sugiyanto pun lalu berdiri mengangkat patung Tikus Rebutan Kursi tinggi-tinggi, sambil terus berteriak menawarkan dagangannya kepada demonstran yang lewat.
ismoko.widjaya@vivanews.com