VIVAnews – Mantan wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) 'banting stir' profesi. Setelah sukses menjadi politisi, pengusaha, kini giliran profesi dosen yang dijajal mantan Ketua Umum Partai Golkar ini.
Bagi yang berminat, JK akan menjadi dosen pada program kuliah di pascasarjana Universitas Paramadina. Kuliah selama dua hari itu mulai 16-17 Februari nanti itu akan mengusung tema 'JK on Leadership'.
Mengapa JK dipilih Paramadina untuk menjadi dosen pengajar? Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengatakan, JK dianggap sebagai pemimpin yang memiliki banyak pengalaman.
JK juga dinilai sebagai pemimpin yang tidak banyak berwacana dan tidak banyak bicara."Inilah yang diperlukan Negara kita. Kalau pemimpin berwacana terus, itu pemimpin wacana," kata Anies saat mendampingi JK di Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Rabu 27 Januari 2010.
Anies menegaskan, bangsa ini lebih memerlukan pemimpin yang bisa memastikan, apa yang bisa terjadi terlaksana. JK dinilai sebagai pemimpin yang paling konkret dalam menterjemahkan kebijakan-kebijakan.
Workshop selama dua hari itu nantinya akan terus digelar setiap bulan. Materi yang direncanakan yakni antara lain, Leadership in Business, Politics and government, dan Leadership in peace-building process serta berbagai hal yang menarik dan aplikatif.
"Dari 400 keputusan yang diambil Pak JK, delapan case (kasus) yang akan didiskusikan. Harapannya, interaksi lebih dalam dan bukan hanya teori, tapi prakteknya. Dan tidak kalah penting, pro-modeling," papar mantan moderator debat Capres ini.
Sebagai dosen, JK akan menempati ruangan di lantai 22 dengan berbagai fasilitas. Misalnya, komputer jinjing alias laptop, beberapa buku anti-korupsi karangan sendiri, serta sebuah foto bersama dengan mahasiswa Universitas Paramadina.
JK sendiri menyampaikan apresiasinya telah diminta untuk berbagi pengalaman terkait kepemimpinan. "Kita sih, ok kalau sudah menjadi guru betulan. Tidak ingin menjadi profesi guru bangsa, tapi jadi guru betulan sajalah," kelakar JK.
Apakah selama mengajar nanti akan terus mengkritik pemerintah, terutama mantan 'duetnya' Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? "Itu terbuka, dan itu tidak akan menyinggung siapa saja," tegas JK.
JK melanjutkan, materi yang akan disampaikan akan fokus pada bagaimana ekonomi bisa berjalan. Apa langkah-langkahnya. "Sehingga, yang muda-muda bisa mengambil, bahwa kepemimpinan itu bukan hanya memimpin, tapi kebijakannya," jelas Ketua Umum PMI Pusat ini.
ismoko.widjaya@vivanews.com