VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan menghadiri peringatan Hari Pers Nasional yang digelar 9 Februari 2009 di Palembang. Saat itu SBY juga akan membuka sekolah jurnalistik dan memberikan kuliah perdana.
"Sekolah itu akan diikuti 40-50 siswa yang disiarkan juga oleh televisi," kata Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono seusai bertemu dengan SBY di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu 27 Januari 2010.
Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Anggota Dewan Pers Bambang Harymurti, perwakilan Aliansi Jurnalis Independen, dan Serikat Pekerja Surat Kabar.
Margiono mengatakan sekolah jurnalistik yang dibuka itu berada di enam kota yaitu Jakarta, Semarang, Makassar, Samarinda, Palembang, dan Riau. Rencananya dalam empat tahun mendatang di seluruh provinsi sudah berdiri Sekolah Jurnalistik Indonesia. Sekolah ini merupakan kerjasama perusahaan pers dengan Depdiknas, kalangan perguruan tinggi dan pemda setempat.
Dalam peringatan hari pers juga akan ditandatangani ratifikasi perusahaan pers. Nantinya perusahan pers yang memenuhi standar untuk mengikatkan diri pada standar yang telah disepakati. Yang akan diratifikasi adalah standar perusahaan pers, standar kompetensi wartawan, kode etik jurnalistik dan standar perlindungan wartawan.