Nasional

Kontroversi Garuda di 'Dada Armani'

Apakah ada aturan baku atau ketetapan soal penggunaan lambang negara di produk komersil.

Selasa, 26 Januari 2010, 13:18 WIB
Ismoko Widjaya
Garuda di kaos Armani Exchange (Armani Exchange)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - 'Garuda di dada Armani' menuai kontroversi. Ada yang setuju, menolak keras, hingga datar-datar saja.

Pemasangan gambar mirip lambang negara Garuda Pancasila pada kaos rancangan salah satu perusahaan milik perancang dunia Giorgio Armani, Armani Exchange, itu menjadi tema perdebatan di Yahoo!Answers, Selasa 26 Januari 2010.

Seperti pendapat Upin yang menyebut itu hanya strategi dagang biasa. Upin menilai, Indonesia dengan jumlah penduduknya adalah pasar potensial.

"Seperti lambang-lambang yang lain yang sering digunakan diberbagai produk bendera USA, lambang NAVY, dsb. Saya kira ini hanya strategi dagang, tidak ada kontroversi," tulis Upin.

"Kalau masalah hak cipta? Saya tidak paham. apakah menggunakan lambang atau bendera suatu negara dalam kaos atau baju dikenakan royalti, karena selama ini tidak ada masalah. Semakin besarnya kontroversi semakin menguntungkan produsen sebuah promo yang murah dan efektif,"
jelas Upin.

Tak jauh berbeda dengan Upin, Edo justru menilai ini sebagai ajang promosi gratis bagi Indonesia. "Indonesia bisa numpang beken, promosi gratis. Kalau Sultan Hamid II dan Mpu Tantular tahu, tentu mereka akan turut berbangga," kata Edo.

Tetapi pendapat Upin dan Edo terlihat berbeda dengan yang dilontarkan akun bernama KD. "Kalo g dirubah sih, g masalah... Tapi klo ada perubahan dari gambar asli, gimana ya? Itu kan lambang negara kita.. Jangan disepelekan deh," kata KD.

Nada kesal juga datang dari Saddy smile. "Agak mengesalkan sih.. Kenapa mesti pake lambang itu? Itu punya orang (baca: punya kita), kok dipake se-plek-pleknya (kecuali detail tententu).. Kesaalll!!" tulis Saddy smile bernada jengkel.

Bukan kesal, tapi prihatin. Itulah yang ditunjukkan akun nhd pada Yahoo!Answers. "Sebenarnya saya sbg WNI sih prihatin, tapi bgmn lagi wong pulau kita saja bisa di ambil asing itu sepadan n ligitan apalagi cuma gambar, pasti mereka bisa. Habis gmn lagi ya tokoh kita masing2 sibuk urus politik mungkin, sehingga hal2 demikian terabaikan," tulis nhd.

Pesan kritik membangun datang dari Rigel. Dia tidak menyebut setuju atau tidak setuju. Rigel mengkritik sikap pemerintah yang dinilai tidak responsif.

"Klo cuman kita aja yang heboh sedangkan pemerintahnya adem2 saja,jadi saya pikir gak ada gunanya.terlalu banyak masalah dinegeri ini kasihan pemerintahnya.kalau gitu buat apa kalian di pemerintahan,"
kata Rigel.

Wynz74 menilai sejauh tidak sama 100 persen dengan lambang negara Indonesia, itu masih wajar-wajar saja. "Yg penting berantas dulu peniru-peniru/pemalsu-pemalsu merk dagang / produk luar yg bredar di indonesia, intinya berkaca lebih penting daripada menjadi kaca untuk orang lain," kata dia.

Pertanyaan justru terlontar dari Olivia. Dia bertanya, apakah ada aturan baku atau ketetapan soal penggunaan lambang negara di produk komersil.

"Mmmm kurang tahu juga itu sebenernya boleh apa ngga, ada sangsinya apa ngga, sepengetahuan gw banyak juga produksi tshirt di indonesia yg mencantumkan bendera negara lain tapi klo lambang negara??? nay ini niy bingung jadinya setuju apa ngga yaaa??"
tanya Olivia.

Sikap yang bukan hanya setuju datang dari Nanda. "Menurut saya, Armani harus bayar royalti kepada negara republik Indonesia," kata Nanda.

Dukungan juga datang dari pemilik akun Dayat Sunardi. "Keren dong...di Indonesia aja banyak yang bangga dengan lambang negara orang lain, kita juga bangga lambang negara kita di pake untuk design kaos yang sudah mendunia....semboyannya " Garuda di dadaku....Garuda Kebanggaanku..." kata Dayat Sunardi.


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
amink
28/01/2010
beuh.............harusnya bangga kite punya gmbr bisa tenar di dunia......sok nasionalis....padahal mereka yg ribut belum tentu lebih baik,jangan munafik,di kite juga banyak lambng2 sprt usa,inggris dll pada di bikin sablonan di kaos2...mereka gak comment
Balas   • Laporkan
retno
28/01/2010
seharusnya sih, kita bangga ya. lambang negara jadi ikon di salah baju bermerk. international lho. cuma mungkin, disarankan aja ke mas armani.... kalo mo pake lambang negara Indonesia... mesti yang bener dong posisinya. jangan disamar-samarkan begitu. eh,
Balas   • Laporkan
mario
28/01/2010
klo menurut g sich.....biarin aja kali.... justru kita bangsa indonesia mestinya bangga! Lambang negara kita di pake oleh produk yg skalanya dunia... Bener tuh kata Wynz74, mestinya kita berkaca dulu.... lagian, klo mesti bayar royalti ke pemerintah Indo
Balas   • Laporkan
Agus Hariyanto
28/01/2010
Gitu aja kok repooot! (pinjem istilahnya Pahlawan Gusdur), mintain aja royaltinya itung2 buat nombokin dana yang dipake century.
Balas   • Laporkan
bambang sujatmiko
28/01/2010
Saya kira jangan dipandang sebagai promosi gratis seperti lambang lainnya (misalnya NAVY, bendera USA), karena meraka memodifikasi lambang negara kita tersebut. Kecuali mereka memuat persis seperti aslinya dan mereka minta ijin dengan pemerintah kita. Itu
Balas   • Laporkan
moen
28/01/2010
selama itu tidak merugikan martabat bangsa dan bukan untuk dilecehkan maka biarkan saja
Balas   • Laporkan
Bang udin
27/01/2010
ada ada aja ....semua meski disalahkan dan dikoreksi....emang kebiasaan kita selau mengkoreksi dan menyalahkan.....mestinya kita bisa berkreasi tuk hal2 yg menguntungkan bagi bangsa ini...tak selalu koreksi dan menyalahklan terus....coba tanya mereka yg s
Balas   • Laporkan
Bang udin
27/01/2010
ada ada aja ....semua meski disalahkan dan dikoreksi....emang kebiasaan kita selau mengkoreksi dan menyalahkan.....mestinya kita bisa berkreasi tuk hal2 yg menguntungkan bagi bangsa ini...tak selalu koreksi dan menyalahklan terus....coba tanya mereka yg s
Balas   • Laporkan
ADI
27/01/2010
sob.... bukan nya so ngajarin,,, tetapi masih banyak yang lebih penting dari ini.... kita tuh seharus nya memikirkan bagaimana cara mementaskan kemiskinan di banding cuma memikirkan hal yang itu2 aja..... ayolah..... jangan sampai kita tertinggal dengan b
Balas   • Laporkan
uli
27/01/2010
wah kalau lambang kaya gitu sih g mirip2 amat sih..... lambang garudakan banyak... mungkin dia juga ada maksud tersendiri.. harusnya ditanyakan apa artinya bagi mereka..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ