Nasional

Kaos Garuda Hilang dari Laman Armani Exchange

Belum diketahui apakah pihak Armani Exchange menarik desain tersebut.

Selasa, 26 Januari 2010, 10:04 WIB
Eka Puspasari
Garuda di kaos Armani Exchange (Armani Exchange)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Kaos bergambar mirip lambang Indonesia, 'Garuda Pancasila' kini telah hilang dari laman resmi Armani Exchange, pada Selasa, 26 Januari 2010, pagi. Belum diketahui apakah pihak Armani Exchange menarik desain tersebut.

Laman Armani Exchange mengatakan bahwa halaman yang diminta sudah tidak ada. Mereka mempersilahkan pengunjung untuk memilih barang serupa dengan kaos "Elang Militer' yang dicari. Hingga saat ini, VIVAnews belum mendapat balasan atas pertanyaan mengenai penarikan desain yang dikirim melalui surat elektronik.

Kaos bergambar mirip Burung Garuda ini mulai ramai diperbincangkan di sejumlah forum di Indonesia, awal pekan ini. Pihak Armani Exchange sendiri menyatakan bahwa gambar burung Garuda yang melekat pada kaos itu adalah burung Elang versi militer.

Kemiripan elang militer Armani dengan Garuda bukan hanya di segi bentuk, namun juga detailnya. Dua burung itu sama-sama memiliki 17 bulu di sayap, delapan bulu ekor, dan total 45 bulu di badan.

Selain bulu, perisai di dada elang Armani juga mengingatkan pada perisai yang ada di Burung Garuda. Gambar kepala banteng dan pohon beringin tidak ada pada model kaos milik Armani berganti menjadi huruf X dan A.

Sementara gambar padi dan kapas yang melekat pada model kaos masih terlihat samar-samar. Gambar bintang segi lima dipertahankan Armani.

Lambang elang pada bagian depan kaos, juga menghadap ke arah yang sama seperti lambang resmi negara Indonesia. Namun elang di bagian belakang kaos, menghadap posisi sebaliknya.

Kaos disediakan dalam tiga warna: putih, hitam, dan biru tua. Tampilan burung Garuda atau elang militer itu dalam bentuk sablon timbul. Bahan yang digunakan adalah 100 persen katun dan berukuran pas badan.

Armani Exchange adalah salah satu lini produk perancang Italia, Giorgio Armani. Ia didirikan pada 1991 di Amerika Serikat dengan pangsa pasar kaum muda.

• VIVAnews
Rating
Komentar
plagiator
26/01/2010
ah.. plagiasi bukan hanya budaya indonesia saja ternyata...
Balas   • Laporkan
putra bangsa
26/01/2010
Tenang aja bos, usut dlu yang benar, jangan grusak-grusuk..tapi jgn itu aja yg diusut..masih banyak kasus lain yg perlu penanganan serius juga...........
Balas   • Laporkan
chen fier lee
26/01/2010
janganlah kebakaran jenggot, kalu itu memang burung garuda, pemerintah minta aja royalti penjualannya buat bayar utang indonesia yang uda numpuk ato buat kasih ke orang miskin, ato buat biaya beroabt orng susah berobat. gitu aja qo' repot.
Balas   • Laporkan
Pemerhati
26/01/2010
Sudah habis diborong untuk seragam demo 28 Januari nanti...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ