VIVAnews - Rumah mode Armani mengeluarkan kaos dengan desain Burung Garuda. Simbol yang tercetak di kaos tersebut, mirip dengan lambang negara Indonesia.
Penolakan terhadap Garuda mulai marak di laman jejaring sosial, Facebook. Setidaknya tiga grup muncul, menolak pembajakan lambang negara.
Hingga pagi ini, Selasa 26 Januari 2010, ada tiga grup menolak desain kaos Armani di Facebook.
Salah satunya adalah grup 'Tuntut Armani atas Pembajakan Garuda Pancasila', yang memiliki 546 pendukung.
Lalu adapula grup 'Save "Garuda Pancasila" from Plagiarism, Tuntut Armani Exchange', dan grup 'Menolak Lambang Burung Garuda Dipakai Kaos Giorgio Armani'. Kedua grup ini memiliki kurang dari 10 pendukung.
Jika diperhatikan dengan jelas, lambang Garuda buram di kaos Armani memang mirip dengan Garuda Pancasila.
Sayapnya juga berjumlah 17. Sementara bulu ekor juga berjumlah 8. Namun bulu di badan agak sulit dihitung karena kabur. Mirip sekali dengan filosofi yang ada pada lambang negara,
Selain bulu, perisai di dada "elang Armani" juga mengingatkan pada perisai yang ada di Burung Garuda. Gambar kepala banteng dan pohon beringin tidak ada pada model kaos milik Armani berganti menjadi huruf X dan A. Sedangkan, gambar padi dan kapas yang melekat pada model kaos terlihat masih samar-samar. Dan yang paling kentara kemiripannya adalah, di tengah-tengah terdapat lambang bintang segi lima.
Lambang elang pada bagian depan kaos, juga menghadap posisi yang sama seperti lambang resmi negara Indonesia. Namun elang di bagian belakang kaos, menghadap posisi sebaliknya.
Di situs Armani Exchange, nama resmi produsen kaos ini, disebutkan gambar mirip Garuda itu adalah burung Elang versi militer. Dan burung Garuda itu juga sudah melalui sentuhan gambar yang tidak terlalu kentara.
Kaos disediakan dalam tiga warna: putih, hitam, dan biru tua. Ukuran tersedia mulai dari body fit sampai xxl. Tampilan burung Garuda atau Elang militer itu dalam bentuk sablon timbul. Bahan yang digunakan adalah 100 persen katun dan berukuran body fit.