VIVAnews - Bagian-bagian tubuh dari Burung Garuda yang menjadi lambang negara Indonesia menyimbolkan beberapa hal. Sayap, bulu ekor dan bulu di badannya melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 bulan 8 tahun 1945.
Sayap Garuda yang berjumlah 17 melambangkan tanggal 17. Bulu ekor yang berjumlah 8 melambangkan bulan 8 atau Agustus. Sementara bulu di badan jika dijumlahkan mencapai 45, sama dengan tahun 45 saat kemerdekaan.
Lalu bagaimana dengan "burung elang" yang dijadikan rumah mode Giorgio Armani sebagai desain salah satu kaosnya? Meski agak samar, namun jika diperhatikan secara detail, sayapnya juga berjumlah 17. Sementara bulu ekor juga berjumlah 8. Namun bulu di badan agak sulit karena kabur.
Selain bulu, perisai di dada "elang Armani" juga mengingatkan pada perisai yang ada di Burung Garuda. Gambar kepala banteng dan pohon beringin tidak ada pada model kaos milik Armani berganti menjadi huruf X dan A. Sedangkan, gambar padi dan kapas yang melekat pada model kaos terlihat masih samar-samar. Dan yang paling kentara kemiripannya adalah, di tengah-tengah terdapat lambang bintang segi lima.
Lambang elang pada bagian depan kaos, juga menghadap posisi yang sama seperti lambang resmi negara Indonesia. Namun elang di bagian belakang kaos, menghadap posisi sebaliknya.
Di situs Armani Exchange, nama resmi produsen kaos ini, disebutkan gambar mirip Garuda itu adalah burung Elang versi militer. Dan burung Garuda itu juga sudah melalui sentuhan gambar yang tidak terlalu kentara.
Kaos disediakan dalam tiga warna: putih, hitam, dan biru tua. Ukuran tersedia mulai dari body fit sampai xxl. Tampilan burung Garuda atau Elang militer itu dalam bentuk sablon timbul. Bahan yang digunakan adalah 100 persen katun dan berukuran body fit.