Nasional

Penghargaan Bikin Mahfud MD Tersandera

Sepanjang tahun 2009, Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang menarik perhatian.

Senin, 25 Januari 2010, 12:56 WIB
Arry Anggadha, Fadila Fikriani Armadita
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, tersandera. Bukan perampok atau penculik yang menyandera Mahfud, melainkan pernghargaan yang diberikan kepada lembaga yang dipimpinnya.

"Agak miris, karena kami harus menjaga prestasi," ujar Mahfud MD, ketika menerima penghargaan lembaga peradilan paling transparan, di Mahkamah konstitusi, Jakarta, Senin 25 Januari 2010.

Mahfud mengakui sepanjang tahun 2009, Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang menarik perhatian. "Mulai dari sengketa pemilu 2009, persoalan Bibit Chandra, persoalan Anggodo, sampai pada persoalan cicak vs buaya," ujarnya. Dia mengatakan kasus-kasus tersebut ditangani biasa saja, tidak memerlukan energi khusus.

Lebih lanjut mantan politisi PKB ini mengatakan, dengan 'disanderanya' mendorong para hakim untuk menjaga prestasi. "Kalau tidak, kami akan enak-enakan," ujarnya, Oleh karena itu ke depan dia meminta anak buahnya untuk bekerja lebih baik lagi. "Ini ada sertifikat, dan akan dipajang di lemari Mahkamah Konsnsitusi," tambahnya.

Mahkamah Konstitusi kembali mendapat pernghargaan lembaga peradilan paling transparan. Kali ini penghargaan diberikan oleh Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Dalam sambutannya rektor Universitas Brawijaya mengatakan, pihaknya merasakan manfaat yang cukup besar terutama dengan adanya teknologi informasi yang dimiliki MK. "Memanfaatkan teleconference yang ada di MK," ujar Yogi.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ