Nasional

RI Bisa Intip Australia dari Satelit Sendiri

Awal tahun ini Indonesia kembali berhasil membuat stasiun bumi secara mandiri.

Minggu, 24 Januari 2010, 11:42 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
Gambar satelit Iridium mengorbit di atas bumi (AP Photo/NASA)

VIVAnews – Kemampuan teknologi Indonesia di bidang satelit berkembang semakin baik. Tak hanya mampu membuat satelit sendiri, pada awal tahun ini Indonesia kembali berhasil membuat stasiun bumi secara mandiri.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) Elly Kuntjahyowati mengatakan, stasiun bumi buatan anak negeri ini terletak di Pulau Biak. “Mulai sekarang, stasiun ini sudah bisa di operasikan,” ujar Elly kepada VIVAnews, Minggu 24 Januari 2010.

Para teknisi Lapan membuat stasiun bumi Biak ini dengan cara mengintegrasikan komponen yang dibeli sesuai dengan rancangan stasiun bumi. Selain mengintegrasikan komponen, para teknisi Lapan juga membuat perangkat lunak (software) untuk mengoperasikan stasiun bumi tersebut.

Stasiun bumi Lapan di Biak memiliki antena untuk menangkap sinyal satelit. Antena tersebut spesial karena digunakan untuk menangkap sinyal dari satelit berorbit rendah. Untuk menangkap sinyal satelit semacam ini, antena harus dapat bergerak atau berubah orientasi secara cepat karena satelit muncul dan hilang dari horizon kurang dari 15 menit.

Elly mengatakan, stasiun Biak sekarang bisa digunakan untuk menerima data satelit LAPAN-TUBSAT. LAPAN-TUBSAT adalah satelit mikro buatan ilmuwan Indonesia dengan berat di bawah 100 kilogram. Satelit ini diluncurkan ke orbit polar dengan ketinggian 635 km di atas permukaan Bumi pada Januari 2007.

“Dengan begitu, ketika Lapan telah berhasil mengoperasikan stasiun bumi satelit LAPAN-TUBSAT di Biak. Satelit LAPAN-TUBSAT kini dapat menjangkau wilayah Indonesia timur, bahkan hingga Australia,” katanya.

LAPAN-TUBSAT membawa muatan dua kamera yang menghasilkan gambar dengan resolusi 5 m dan lebar 3,5 km, serta gambar dengan resolusi 200 km dan lebar 81 km.

Hingga tiga tahun beroperasi, LAPAN-TUBSAT masih berfungsi dengan baik. Satelit ini telah berhasil mengambil berbagai citra di wilayah Indonesia bagian barat. Cakupan satelit tersebut meliputi Singapura hingga Bali. Pada tahun lalu, LAPAN-TUBSAT digunakan untuk memantau pembangunan jembatan Suramadu dan proyek jalan tol di utara Pulau Jawa.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ayo indonesia kamu bisa....
Balas   • Laporkan
Indonesia pintar.
Balas   • Laporkan
Wong Ndeso
24/01/2010
top sih top.. tapi di bagi2 donk ilmu-nya biar wong ndeso ikutan melek.. berapa frek. turunnya (downlink), berapa frek. naiknya (uplink).. protokol apa ja yg di pake.. biar semua rakyat indonesia juga merasakan punya satelit.. gitu lho..
Balas   • Laporkan
Andian
24/01/2010
Majula Indonesia..jangan kala ilmuwan kita terhadap negara lain......
Balas   • Laporkan
Hendra Knd
24/01/2010
Dengan kemajuan membangun satlit sendiri, berarti membangun kemajuan bangsa ini dengan teknologi yang bagus. Tetapi asal diimbangi dengan tidak adanya saling merusak tatanan bangsa ini.
Balas   • Laporkan
Hendra Knd
24/01/2010
Dengan adanya Satlit ini berarti Indonesia kini menjadi Top Jempol untuk kemajuan Informasi bagi kita bangsa Indonesia.
Balas   • Laporkan
acil
24/01/2010
kerja
Balas   • Laporkan
tampin paiker
24/01/2010
hebt juga ilmuan Indonesia.....terus pacu kemajuan teknologi antaraiksa boss biar negara kita tidak diobok-obok oleh negara lain
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ