SURABAYA POST - Putri Bungsu (Alm) Gus Dur, Inayyah Wulandari mengakui sejak bapaknya wafat, ia dan keluarga sering keliling Indonesia menghadiri undangan dan menerima penghargaan yang diberikan kepada Gus Dur.
"Kemarin saya dari Bali menerima penghargaan dari Ummat Hindu. Pekan depan ke Papua dan Manado. Sampai bulan depan undangan masih banyak. Ini mengingatkan betapa beliau (Gus Dur) sangat dicinta dan dikenang. Kami mengucapkan terima kasih kepada siapapun dan semua pihak yang telah membantu dan menghargai jasa Gus Dur," ujar Inayyah di hadapan ratusan kader GP Ansor dan pimpinan PWNU Jatim saat pelantikan GP Ansor Jatim di gedung PWNU Jatim, Jl. Masjid Al-Akbar, Rabu (20/1).
Hanya saja, wanita 27 tahun yang dikenal paling akrab dengan Gus Dur tersebut meminta kepada kader NU dan pencinta Gus Dur agar terus melanjutkan perjuangannya. "Jadi tidak hanya menerima penghargaan, kemudian dipajang dan hanya sekedar menjadi souvenir. Tapi kita sebagai penerus perjuangan Gus Dur harus bisa melanjutkan cita-citanya," tukas dia.
Terkait gelar pahlawan yang ramai dibicarakan saat ini, Inayyah teringat kepada sosok Artis Maya Rumantir yang jauh sebelum Gus Dur wafat lalu meminta dan mengusulkan ke keluarga agar Gus Dur diberi gelar pahlawan.
"Mbak Maya Rumantir itu pencinta dan pengagum Gus Dur. Agustus tahun lalu, saya sempat ditelepon, kenapa Gus Dur tidak diusulkan sebagai Pahlawan," terang dia.
"Masak Pahlawan itu hanya diberikan kepada mereka yang sudah wafat? Padahal seorang Gus Dur sudah sangat layak mendapat gelar itu," ucap Inayyah menirukan suara Maya Rumantir.
Sementara, dalam kesempatan yang sama, Inayyah juga didaulat mewakili keluarga menerima penghargaan dari GP Ansor Jatim atas jasa Gus Dur dengan gelar sang Guru Bangsa. "Gelar ini sangat patut dan layak disandang Gus Dur atas jasa-jasanya selama hidup," kata Ketua GP Ansor Jatim, Alfa Isnaeni.
Laporan: Fiqih Arfani