VIVAnews -- Cuaca buruk di Sulawesi Selatan kembali memakan korban. Satu orang dinyatakan tewas dan dua lainnya hilang setelah tersapu gelombang tinggi di perairan Kabupaten Takalar, Rabu, 13 Januari 2010.
Kabid Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Kombes Pol. Hery Subiansaury mengatakan, ketiga nelayan tersebut sedang melakukan perjalanan menuju Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
"Ketika berada di Perairan Lama-lamangkia, ombak tinggi menenggelamkan perahu nelayan jenis jolloro itu," kata Hery Subiansaury kepada wartawan, tadi sore.
Hery menambahkan, korban yang ditemukan meninggal tadi pagi bernama Genda Bin Japa, 45 tahun, warga Desa Maccini Baji, Kecamatan Mappasunggu.
Hingga sore ini, jenazah masih berada di RS Daerah Takalar. Sedangkan dua rekan korban, yang sama-sama berada di atas perahu jolloro saat kejadian, masih dalam pencarian.
"Kepolisian bersama masyarakat masih melakukan pencarian. Cuaca buruk juga membuat pencarian tidak maksimal," ujarnya lagi.
Berdasarkan data kepolisian, dalam satu minggu terakhir, sudah empat korban jiwa yang meninggal akibat gelombang tinggi. Tiga hari lalu, sebuah kapal pengangkut bambu di Kepulauan Takabonerate juga tenggelam. Satu dari tujuh orang penumpang dinyatakan meninggal.
Sementara itu, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar sebelumnya telah mengingatkan agar nelayan mewaspadai gelombang tinggi disekitar Makassar, yang tingginya bisa mencapai sekitar 2 - 2,5 meter.
Laporan: Rahmat Zeena | Makassar