Nasional
Wawancara VIVANews dengan Komjen Susno Duadji

"Tolong Tunjukkan, Apa Salah Saya"

Susno bicara banyak hal seputar kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Selasa, 12 Januari 2010, 10:55 WIB
Nurlis E. Meuko
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews-- Kesaksian Komisaris Jenderal Susno Duadji, bekas Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada perkara pidana bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, pekan lalu, berbuntut panjang. 

Tindakan perwira tinggi Polri ini itu justru dipersoalkan oleh sejumlah jenderal di institusinya. Soalnya kesaksiannya membuat institusinya gerah. Di pengadilan Susno bilang untuk perkara Antasari, dia tak tahu ada pembentukan tim penyidik khusus dari Mabes Polri. Sebab, katanya, tim itu melapor langsung ke Kepala Polri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Padahal Susno adalah pemimpin reserse Polri waktu itu.

Setelah bersaksi, Susno dituduh tak meminta izin, memakai pakaian dinas saat bersaksi pada perkara pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, yang tewas ditembak tahun lalu. Susno juga dituding dendam karena dicopot dari jabatannya.  Apa kata Susno? Wartawan VIVAnews, Nurlis E. Meuko, mewawancarainya beberapa waktu lalu di rumah temannya, Henry Yosodiningrat, seorang advokat yang juga Ketua Granat di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Berikut petikannya:

Kenapa Anda tak meminta izin dari Kepala Polri untuk bersaksi itu?
Satu jam sebelum bersaksi di pengadilan, saya sudah mengirimkan sms ke nomor telepon seluler beliau. Saya membuat laporan tertulis.
 
Tetapi Anda tetap dianggap menyalahi etika di Polri?
Begini, saya hadir ke pengadilan itu sebagai saksi. Sebagai warga negara, dan sebagai pribadi saya harus menghadirinya, sebab itu perintah undang-undang. Dan undang-undang tentulah lebih tinggi daripada sekedar peraturan secara internal di sebuah institusi. Jadi saya memenuhi perintah undang-undang.

Banyak tudingan, kesaksian itu sebagai unsur dendam dari Anda?
Saya bersaksi itu tidak untuk merugikan siapa-siapa, juga tidak dengan maksud untuk menguntungkan siapa pun. Saya dipanggil pengadilan sebab nama saya disebutkankan oleh isteri Williardi Wizard (komisaris besar polisi yang juga terdakwa dalam perkara pembunuhan Antasari) di persidangan. Jadi saya tentu harus menjelaskan posisi saya di pengadilan.

Bagaimana kalau Anda dipecat akibat dari kesaksian itu?
Lho, saya menjalankan undang-undang kok dipecat. Apa salah saya, itu harus ditunjukkan kesalahan saya apa. Tentu jika ini terjadi akan saya persoalkan.

Mempersoalkanya seperti apa?

Kan negeri kita ini punya mekanisme hukum, ya melalui jalur itulah yang kita tempuh.

Sebelumnya Anda dicopot dari Kepala Bareskrim Polri, jadi barangkali ada rentetannya?
Saya juga sudah bertanya-tanya kenapa saya dicopot, apa salah saya tolong tunjukkan. Kemudian Pak Kapolri mengumumkan bahwa itu adalah mutasi biasa, dan berterimakasih pada jasa-jasa saya di Polri. Jadi artinya bukan dicopot ya kan. Saya heran, kalau bukan di copot apa namanya ini.  Lalu saya mau ditaruh di mana? Efek lainnya, saya kehilangan THP sampai 60 persen. Lho ini apa namanya kalau bukan dicopot ya kan. Tapi ya sudahlah saya prasangka baik saja. Barangkali saya mau dijadikan sebagai kepala polsek, begitu ya kan…

Oh ya setelah bersaksi, ada kabar kedatang satu truk anggota Densus 88 ke rumah Anda di Cinere?
Iya, satu truk mereka bersenjata lengkap. Saya waktu itu tak ada di rumah. Saya berprasangka baik sajalah, barangkali mereka ingat pada saya, lalu setelah latihan datang ke rumah saya beramai-ramai dengan senjata lengkap. Tapi keluarga saya kan panik. Di sekitar rumah saya juga banyak polisi yang memantau rumah saya yang saya tak tahu apa maksudnya. Itu pun saya tetap berprasangka baik saja, kan banyak wartawan yang datang ke rumah saya memakai motor. Barangkali mereka bisa menjaga-jaga motor para wartawan jangan sampai hilang.

Lihat wawancara Susno selengkapnya: "Lebih Baik Pecah untuk Kebaikan"

Berita Terpouler

1.Gara-gara Tanya Celana, Hakim Tegur Jaksa

2. Mengapa Jolie dan Brad Pitt Kecewa Berat

3. Buku Tauifiq Kiemas: Mengapa Megawati Lembek Pada Soeharto

4. Dialah Mozartnya Dunia Catur

5. Simon Cowell Stop dari American Idol



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Dr Muryanto THd, MSc
14/01/2010
Saya Dukung penuh Pak Susno... dari jaman dulu hingga sekarang aparat (Oknum) kepolisian emang rusak saya yakin mantan serse pasti tau semua... akal busuk para serse... . Pak Susno harus berani menegakkan kebenaran.... MAFIA2 pemerintahan, hukum, dll sung
Balas   • Laporkan
Danny
14/01/2010
Selamat berjuang Pak! memang kebenaran sulit dicari dan dimengerti, karena kebenaran yang hakiki ada pada Tuhan. Jika kita berpegang pada Tuhan yakinkan anda pasti menang....PERCAYALAH!
Balas   • Laporkan
Uthe
14/01/2010
0kebenaran itu harus ditegakan..tetap semangat & terus berjuang demi kebenaran & kejujuran di negara kita ini. Tuhan pasti akan selalu menindungi pak. susno & keluarga.... Tetaplah berdoa
Balas   • Laporkan
sandy
14/01/2010
tenang Pa Susno kalau ga ada pengawal, saya siap kawal Bapa
Balas   • Laporkan
Andrigowell
14/01/2010
Lebih mensykuri dengan apa yang terjadi,mungkin ini saatnya pa Sus bergelut dengan masalah yang memang sudah harus terjadi pak...
Balas   • Laporkan
Andrigowell
14/01/2010
Lebih mensykuri dengan apa yang terjadi,mungkin ini saatnya pa Sus bergelut dengan masalah yang memang sudah harus terjadi pak...
Balas   • Laporkan
fike anggraeny
14/01/2010
ya mungkin ini yang namanya roda perjalanan.kadang diatas,kadang dibawah ya ga??? maybe in d past u did d same thimh like u feel right now mr susno. istighfar aja yaaah
Balas   • Laporkan
Rick
14/01/2010
In9ilah contoh buat para pejabat dinegeri ini, bahwa klo mau vokal itu ya pas pada saat masih pegang jabatan...gito lho pak.
Balas   • Laporkan
Usman SP.
14/01/2010
Saya mendukung sepenuhnya kepada Pak Susno, katakanlah apa yang sebenarnya terjadi. jangan takut sama siapapun, Tuhan pasti melindungi orang yang benar..
Balas   • Laporkan
edho
14/01/2010
Semuanya didukung asal niat baik...memang kesuksesan sesorang karena sikap bukan karena kemampuan...mudahan Indonesia banyak mendapat berkah ...karean selama ini lihatlah tanda tanda disekitar kita orang orang dakjal
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ