Fasilitas Mewah Artalyta
Kepala Rutan Pondok Bambu Akan Dicopot
"Biar dia tenang juga dalam menyelesaikan masalah ini."
Selasa, 12 Januari 2010, 09:48 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Kamar tahanan mewah Artalyta di Rutan Pondok Bambu (Antara/MI-Ramdani/Koz)
Please install the Flash Plugin
VIVAnews - Masalah fasilitas mewah bagi sejumlah penghuni Rumah Tahanan (Rutan) khusus wanita Pondok Bambu berbuntut panjang. Hari ini, nasib Kepala Rutan Pondok Bambu, Sarju Wibowo ditentukan.
"Kemungkinan akan dicopot dulu untuk pendalaman masalah ini," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Untung Sugiyono saat dihubungi VIVAnews, Selasa 12 Januari 2010.
Menurutnya, tujuan pencopotan ini agar Sarju lebih fokus menyelesaikan masalah fasilitas mewah ini. "Tidak berpikir masalah pekerjaan dulu," kata Untung.
Minggu malam, Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dalam sidak ini, Satgas yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto itu menemukan sejumlah fasilitas mewah yang tidak ada di tahanan biasa.
Di ruang tahanan kasus suap, Artalyta Suryani, Satgas menemukan AC, kulkas, televisi flat, tempat bermain anak. Bahkan di ruang tahanan lain, Aling, Satgas menemukan ruang khusus karaoke.
Umumnya, ruangan tahanan khusus ini lebih besar dan tidak disatukan dengan tahanan lainnya.
bagus
12/01/2010
Kalo ada masalah pasti semua pada cuci tangan..pura2 ngga tau..maslah kyk gitu udah lama ..mgkin hampir setiap rutan kali ya..?? buat DPR jgn2 enak2an kerja dunk..??apa udah kecapean senam di kelas senam Vena...
wan abud
12/01/2010
Seharusnya tidak hanya dicopot, tapi sekalian dijebloskan ke bui sekamar dengan tahanan kriminal lainnya (pencuri, pembunuh, narkoba) biar ngerasain enaknya .
barnato
12/01/2010
...iya tuh DPR kalo ada hal yg nggak bener dibiarin aja trus kalo udah meledak masalahnya bisanya cuman nyalahin pemerintah.
Seperti masalah Hotel Mewah Prodeo mereka sebenarnya udah tau cuman karena upeti dari Kalapas jalan terus yaaa diam aja.....
suwitno
12/01/2010
masalah kamar tahanan yg mewah sdh biasa di lapas yang kalau duit ada segalanya bisa diatur, untuk bpk2 yang di DPR jgn pada pura2 tdk tahu dr dulu kemana aja
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar