VIVAnews -- Pemerintah menyediakan anggaran sebesar satu triliun rupiah untuk pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia. Salah satunya, di Kota Bogor, Jawa Barat.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Patrialis Akbar mengatakan, saat ini keberadaan Lapas di seluruh Indonesia sangat memprihatinkan.
"Waktu saya meninjau Lapas di Batam, dan di sana Overload hingga 400 persen," ungkapnya, kepada wartawan saat mengunjungi Lapas Paledang. Minggu 10 Januari 2010.
Patrialis juga mencontohkan, di Lapas Paledang, hampir seluruh ruangan overload penghuni. Salah satunya adalah di Blok D, yang dikhususkan bagi tahanan wanita. Di Blok yang berkapasitas 35 orang tersebut, terpaksa harus diisi 88 tahanan.
Secara keseluruhan, Lapas Paledang hanya cukup untuk kurang lebih 500 orang. Saat ini, terdapat 1300 orang lebih yang harus menempati lapas yang terletak di tengah kota tersebut. Para tahanan tersebut, ditempatkan di empat blok yang berbeda.
Blok A, untuk tahanan anak-anak dan dewasa. Blok B untuk tahanan kriminal, blok C untuk tahanan narkoba dan tindak pidana korupsi (tipikor). Dan yang terakhir, blok D untuk tahanan wanita.
Selain itu, di Bogor, terlihat penghuni kamar di Lapas Paledang ini telah melebihi kapasitas. "Masa satu kamar di huni 56 orang. Seharusnya, hanya untuk 17 orang," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, keberadaan Lapas Paledang yang berada di tengah Kota Bogor, Jawa Barat ini sudah tidak cukup lagi untuk menampung tahanan. "Bukan hanya sudah penuh dengan tananan, namun Lapas Paledang ini luasnya hanya 8 ribu meter persegi," jelasnya.
Oleh karena itu, untuk memperhatikan warga binaan di Lapas Paledang ini, pemerintah akan berusaha memperhatikan Lapas di seluruh Indonesia terutama di Lapas Paledang. Dikarenakan, tahanan merupakan manusia yang mempunyai hak asasi manusia. "Jadi kita berusaha memberikan yang terbaik kepada tahanan," tegasnya.
Laporan: Ayatullah Humaeni | Bogor