VIVAnews -- Ribuan orang yang tergabung dalam pengajian Nahdliyin Subang, Jawa Barat siang ini, Minggu, 10 Januari 2010, mengenang wafatnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gud Dur), dengan menggelar do'a dan tahlil akbar.
"Kita merasa kehilangan sekaligus rindu dengan sosok dan pelajaran yang diberikan almarhum. Lebih khusus warga NU, merasa begitu kehilangan dari salah satu putra terbaik yang dimiliki NU," kata Ketua PCNU Subang, KH. Musfik Amrullah
Selain menggelar Tahlil dan do’a akbar, dalam kesempatan tersebut diisi dengan aksi seribu penandatanganan untuk mendukung Gus Dur menjadi Pahlawan Nasional. Kontribusinya kepada bangsa, berupa pemikiran dan kebijakan, dinilai sudah memenuhi kriteria ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional.
Selain itu, Alamarhum juga layak menyandang bapak demokrasi, yang begitu gigih mempersatukan umat beragama, sekaligus dengan penuh kebijkannya, Almarhum lapang dada menerima kritik yang dialamatkannya.
Dalam kesempatan tersebut, Jama’ah Tahlil dan doa’ akbar tersebut, tidak hanya diikuti oleh warga dari kabupaten Subang, melainkan mereka datang dari beberapa daerah tetangga Subang, diantaranya Karawang, Purwakarta, Indramayu, dan daerah-daerah tetangga lainya.
Pantauan VIVAnews, meski diguyur hujan, mereka tetap antusias dan khusyu mengikuti serangkaian acara yang digelar untuk mengenang pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Laporan: Inin Nastain | Subang