Nasional

Apakah Bambang Hendarso Merasa Dikhianati

Kasus Susno tak boleh terjadi lagi. "Kalau ada kekecewaan disampaikan ke dalam."

Jum'at, 8 Januari 2010, 13:24 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Susno Duadji berbicara dengan Dikdik Mulyana (Antara/ Andika Wahyu)

VIVAnews - Munculnya mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji dalam persidangan terdakwa Antasari Azhar, jadi kontroversi.

Publik menduga ada ketidakharmonisan di tubuh Polri. Siang ini, Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri memberikan tanggapan atas kesaksian Susno.

Ditanya apakah Kapolri merasa dikhianati dengan keterangan Susno, Bambang Hendarso menjawab itu bukan masalah.

"Kita tidak bicara dikhianati atau tidak tapi yang jelas kita punya norma , kita punya aturan. Semua anggota Polri dari perwira paling tinggi sampai rendah harus menaati peraturan," kata dia di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 8 Januari 2010.

Kapolri menambahkan apa yang dilakukan Susno tak boleh lagi terjadi di masa depan. Kekecewaan terhadap Polri sebaiknya jangan diumbar.

"Kalau ada kekecewaan disampaikan ke dalam, ke internal," tambah Bambang Hendarso.

****
Meski berseragam Polri, lengkap dengan tanda bintang tiga di bahunya, Susno mengaku datang dan bersaksi di sidang Antasari atas nama pribadi.

Dalam kesaksiannya, Susno menyebut dua nama yang berperan dalam penyidikan kasus Antasari, yakni mantan Wakabareskrim, Inspektur Jenderal Hadiatmoko dan Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Susno menjelaskan bahwa dia tidak dilibatkan dalam kasus Antasari. Kata dia, kasus ini ditangani Polda Metro Jaya.

Sementara, Markas Besar Kepolisian menunjuk Wakil Badan Reserse dan Kriminal Polri saat itu (Wakabareskrim), Inspektur Jenderal Hadiatmoko sebagai tim pengawas dan tim menyelidiki motivasi Antasari.

"Dia melaporkan langsung hasil-hasilnya  langsung kepada Kapolri," kata Susno dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 7 Januari 2010

Kata Susno, Hadiatmoko tidak diwajibkan melapor soal kasus Antasari kepada dia. Jalur Komando langsung ke Kapolri. "Kalau kasus rutin melapor pada saya, karena dia bawahan saya," tambah dia.

Kesaksian Susno lalu menajdi dasar bagi pengacara Antasari untuk  meminta majelis hakim memanggil Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri ke persidangan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Nining
10/01/2010
Kami mendukung Pak Susno utk membela dan membuka kebenaran yang hakiki..... karena sudah cukup semua drama-2 yang mengakibatkan orang lain dan keluarganya menderita dan tersakiti..... teruskan Pak... walau akhirnya dibayar mahal oleh P. Susno dan keluarga
Balas   • Laporkan
Muhammad Affan
09/01/2010
Katakanlah yang benar walau terasa pahit bagi dirimu...(Hadist Rosul saw)
Balas   • Laporkan
tuti
09/01/2010
kalau bapak mau menoleh kebelakang, itu diawali dari diri bapak sendiri dengan istilah cicak versus buaya. Coba bapak jadi wakapolri, dijamin ini tidak akan terjadi
Balas   • Laporkan
irawan
08/01/2010
Pak Susno! Bapak sudah sangat berhasil dalam karir di dunia ini. anak wong kecil jadi jendral! Sekarang waktunya bapak untuk meniti jalan ke akhirat.......baik/buruk itu urusan bapak dengan Tuhan. Kalau ada hal-hal buruk minta maaf lah pada Tuhan. Pak! Ka
Balas   • Laporkan
irawan
08/01/2010
Pak Susno! Bapak sudah sangat berhasil dalam karir di dunia ini. anak wong kecil jadi jendral! Sekarang waktunya bapak untuk meniti jalan ke akhirat.......baik/buruk itu urusan bapak dengan Tuhan. Kalau ada hal-hal buruk minta maaf lah pada Tuhan. Pak! Ka
Balas   • Laporkan
faisalsyah
08/01/2010
Saya yakin banyak perwira Polri yang mendukung langkah reformasi yang ditempuh pak Susno. Hanya saja, saat ini yang di duga menjadi biangnya maslah masih menjabat sebagai pimpinan di struktur Polri. Hal itu patut di duga bahwa secara politik, presiden SBY
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ