Nasional

Pemerintah Akan Gelar Ujian Ulang UN

Selain ujian ulang, pemerintah juga masih memberlalukan paket C.

Kamis, 7 Januari 2010, 17:36 WIB
Ismoko Widjaya, Muhammad Hasits
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pemerintah akan memberlakukan ujian ulang bagi siswa yang tidak lulus ujian nasional. Selain ujian ulang, pemerintah juga masih memberlalukan paket C.

"Keputusanya tetap melaksanakan ujan nasional sebaik-baiknya, termasuk memperbaiki kualitasnya, dan mulai tahun 2010 ada ujian susulan," kata Menteri Pendidikan Nasional M Nuh dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Rabu 7 Januari 2010.

Disamping ujian ulang, bagi siswa yang tidak bisa mengikuti ujian nasional pada awal pelaksanaan, siswa juga dapat mengikuti ujian susulan. "Contohnya bagi siswa yang sakit," jelas dia.

Keputusan pemberlakukan ujian ulang itu ditetapkan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin rapat terbatas dengan menteri pendidikan di Kantor Presiden. Hadir dalam rapat itu Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Menurut dia, tetap diberlakukannya ujian nasional setelah dilihat sejarah perjalanan standarisasi kelulusan. Mulai era sebelum kemerdekaan sampai tahun 1971, pemerintah sebenarnya sudah memberlakukan ujian negara.

Namun, pada tahun 1972 sampai 1992 dalam standar kelulusan pemerintah mengembalikan ke pihak sekolah. "Hasilnya 100 persen lulus karena timbul juga persoalan sosial," ujarnya.

Sedangkan mulai tahun 1992 sampai tahun 2002, pemerintah mengganti metodenya kembali yakni mengkombinasikan antara ujian sekolah dengan ujian negara atau yang lebih dikenal dengan Ebtanas.

Setalah diberlakukan Ebtanas, pemerintah justru pada tahun 2002 sampai sekarang memberlakukan ujian akhir nasional atau yang dikenal sekarang dengan ujian nasional atau UN. "Jadi dari dulu pemerintah sudah mencoba berbagai metode," jelasnya.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
febi
11/01/2010
apakah UN bzox tu slit2?
Balas   • Laporkan
hendri saputra
11/01/2010
kalau biSa UN tetap berjalan tapi nilai kelulusan tidak tergantung dari hasil UN HASIL DARI KELAS 1 - 3 diperhitungkan juga,,,, thx
Balas   • Laporkan
Ngadini
11/01/2010
Sebaiknya UN tidak mencantumkan suatu KELULUSAN, cukup dengan Nilai Akhir saja, sehingga siswa masih bisa meningkatkan di masa yang akan dtang, tetapi kalau dimasukkan LULUS dan TIDAK LULUS, maka seolah olah akan membuat siswa mengalami kendala untuk seko
Balas   • Laporkan
suhand
11/01/2010
Apa UAN bayarnya emank harus mahal? sekitar 900 ribuan loh buat ikut UAN dan itu di selipin di tiap SPP bulanan includ sama kegiatan perpisahan kelas 3, iya kalo mampu tapi kalo tidak mampu? apa kata negara mengenai UUD 45 BAB XIII PENDIDIKAN DAN KEBUDAY
Balas   • Laporkan
Wijaya
11/01/2010
Saya mantan TPI (Tim Pemanatau Independen). Sayang sekali pejabat kita masih suka mempertahankan pendapat karena malu mencabut keputusan. Coba renungkan sejauh mana peningkatan kwalitas yang terjadi akibat UN? yang ada peningkatan kwalitas ketidak jujuran
Balas   • Laporkan
Drs.Yulius, M.Pd
10/01/2010
Sebaiknya UN, ditangani langsung oleh Pihak Perguruan Tinggi. Supaya hasilnya lebih murni. Disamping itu jumlah paket soal ditambah sampai 20 paket (kombinasi urutan no.soal dan alternatif jawaban, agar kecurangan dapat diminimalisir.
Balas   • Laporkan
Drs.Yulius, M.Pd
10/01/2010
Sebaiknya UN, ditangani langsung oleh Pihak Perguruan Tinggi. Supaya hasilnya lebih murni. Disamping itu jumlah paket soal ditambah sampai 20 paket (kombinasi urutan no.soal dan alternatif jawaban, agar kecurangan dapat diminimalisir.
Balas   • Laporkan
Sudarmono
10/01/2010
kalo masih ada berbedaan status sekolah, RSBI, SBI, SSn, RSKM dll, mengapa ujian nasional masih sama, berarti tidak ada perbedaan krriteria doonk..tlg yang proporsional saja.
Balas   • Laporkan
hendry
10/01/2010
UN harus ditiadakan dan diganti kembali ke EBTANAS. Kualitas siswa secara nasional dapat dilihat dari hasil EBTANAS. Dan kelulusan adalah hak OTONOMI sekolah jadi kelulusan bukan ditentukan oleh rumus BSNP. Kami tahu Pak SBY dan Bapak-bapak mentri tidak m
Balas   • Laporkan
jaka
10/01/2010
bknkah lbih bgs kalo pihak sekolah juga ikt mnentukan,kan bs dliad bdasarkan hasil rapot dan jg bku cttan kpribadian siswa dskolah.....masa yg mnentukan hny komputer yg selama 3 thn tdk mgetahui apa2 ttg baik buruk prilaku siswa dan jg nilai2 siswa....man
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ