Nasional

Tandingan Gurita Cikeas Diluncurkan Jam 2

Ditulis mantan Wartawan Tempo. Mendapat pesanan dari Cikeas?

Rabu, 6 Januari 2010, 08:07 WIB
Ismoko Widjaya
Mengupas Buku Gurita Cikeas: George Junus Aditjondro (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Buku tandingan 'Membongkar Gurita Cikeas' karangan Aditjondro akan diluncurkan siang ini. Apakah si penulis buku itu merupakan mendapat pesanan khusus dari Cikeas atau kalangan Istana?

"Mereka (Istana & Cikeas) tidak punya kontak saya. Saya justru berharap SBY mengontak saja," kata si penulis, Setyardi Negara, dalam perbincangan dengan VIVAnews Selasa, 5 Januari 2010 malam.

Setyardi menegaskan tidak ada pesanan khusus dari kalangan Istana atau Cikeas kepada dirinya. Motivasi pembuatan buku tandingan ini hanya semata-mata karena bisnis.

"Ini gabungan antara bisnis dan kesenangan. Saya berharap buku saya laku keras," kata pemilik penerbitan Senopati Media ini.

Dia menegaskan, perusahaan penerbit miliknya yang langsung memperbanyak buku resensi setebal 35 halaman itu.

"Saya berharap ini menguntungkan buat perusahaan saya. Dan buku ini juga bisa menjadi alternatif informasi buat publik. Jadi, dunia dan akhirat dapat," ujar mantan wartawan Tempo ini.

Rencananya, peluncuran buku tandingan Gurita Cikeas itu akan digelar siang ini di Hotel Cemara, Menteng, Jakarta Pusat. Peluncuran akan diramaikan oleh dua komentator yakni pengamat politik Alfan Alfian dan pakar komunikasi Suyanto.

Sejumlah politisi dan pengamat dari berbagai kampus di Jakartaakan hadir di acara yang berlangsung pukul dua siang itu.  Setyardi berjanji peluncuran buku itu akan berlangsung dalam suasana damai. "Pokoknya nggak bakal mukul lah" kata Setyardi.

 


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Alfaizy
08/01/2010
Mau Gurita cikeas kek Sotong cikeas kek, buku tandingan kek , semua orientasinya hanya bisnis... bisnis dan bisnis
Balas   • Laporkan
ROMEO PENUH TIPU
07/01/2010
ROMEO PENUH TIPU....
Balas   • Laporkan
Roy Thaniago
07/01/2010
Apa berita di internet (juga di televisi) yang katanya mengedepankan kecepatan, tidak diedit dulu sebelum dirilis? Kalau iya, mengapa dari segi membentuk kalimat benar dengan sempurna saja sulit dilakukan, seperti yang terjadi pada berita pendek ini? Ant
Balas   • Laporkan
Agung Sedayu
07/01/2010
sah-sah saja dia kan lebih fair krn ngomong dulu kalu mau untung lha George Adicendol itu munafik.. tujuannya nggak jelas.. berbohong.. provokator kelas teri.. wis ndak tau lagi apa sebutannya
Balas   • Laporkan
chinc
07/01/2010
biarkan beliau sebagai penerbit buku, supaya ada nafkah
Balas   • Laporkan
deny
06/01/2010
Kalau buku Gurita Cikeas itu kebenaran datanya tidak akurat, tuntut saja kepengadilan, tidak perlu ada buku tandingan.
Balas   • Laporkan
husni
06/01/2010
ngak ada kerjaan itu...jelas buku itu pesanan, koq makin banyak orang-orang yang aneh di indonesia ini...
Balas   • Laporkan
yedi
06/01/2010
kayaknya gak ada pengaruh buat rakyat kecil beli bukunya pun kemungkinan gak sanggup mendingan beli beras.....
Balas   • Laporkan
marta
06/01/2010
masalah di negara kita ini sudah banyak janganlah ditambah- tambahin.
Balas   • Laporkan
mas beno
06/01/2010
saya mencoba mengikuti pembahasan buku setiyardi ini melalui media. kelihatannya setiyardi "hanya" cari popularitas. dalam wawancara kelihatan sangat tidak percaya diri. kasihan dia, cari sensasi dapat cemooh. coba disimak, tidak ubahnya hanya "SURAT PEMB
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ