VIVAnews - Aksi bunuh diri melompat dari gedung berlantai terjadi di pusat perbelanjaan Solo Grand mall (SGM). Korban yang diketahui bernama Agus Sunarto (31) nekat meloncat dari lantai 4 yang merupakan area parkir mobil.
Diduga korban tersebut mengalami depresi lantaran penyakit yang tidak kunjung sembuh.
Berdasarkan pengakuan salah seorang kerabat korban, Setyo Ibnu mengatakan, sebelum kejadian tersebut korban mengajak anak dan istrinya pergi ke mal. Kemudian, setelah selesai jalan-jalan, korban bersama anak dan istrinya pulang menuju area parkir yang terletak di lantai 4 SGM.
“Saya sempat ngobrol di parkiran dengan Agus. Dia bilang kalau Solo itu enak dipandang dari atas,” kata Ibnu menirukan Agus, Senin, 4 Januari 2010.
Setelah itu, Ibnu menyalakan mesin mobil dan menunggu AC terasa dingin. Kemudian, anak dan istri korban masuk mobil. Saat itu, Agus belum mau masuk karena masih menghabiskan minum teh. Selanjutnya, dia berjalan di areal parkir.
“Namun Agus tidak segera kembali ke mobil. Oleh sebab itu, saya dan istrinya mencari Agus. Tiba-tiba istri Agus melihat kalau suaminya sudah jatuh terkapar lantai bawah,” jelas Ibnu.
Berdasarkan pantauan VIVAnews, tubuh korban jatuh tertelungkap di lantai bawah jalan masuk ke area parkir SGM. Kepala bagian kiri pecah, tangan bagian kiri patah, kaki kiri juga patah. Selain itu, iga bagian kiri terlihat remuk. Korban tersebut tewas seketika.
Ketika disinggung mengenai penyebab Agus melakukan tindakan itu, dirinya mengaku tidak menahu. Tetapi, Agus yang merupakan warga Bengkulu ini sudah selama dua bulan ini tinggal di Solo untuk melakukan pengobatan penyakit lambungnya yang tidak kunjung sembuh.
Sementara itu, Kasatreskrim Poltabes Solo, Kompol Susilo Utama mengatakan, penyebab tindakan bunuh diri itu berdasarkan dugaan sementara disebabkan depresi.
“Ya, karena penyakit lama. Bahkan, penyakitnya itu pernah menyebabkan infeksi. Dia pernah diharuskan dirawat di rumah sakit Panti Waluyo selama 9 hari,” papar dia.
Untuk mengetahui indikasi penyebab bunuh diri itu, dia sekali lagi menegaskan, masih menunggu penyelidikan yang dilakukan Kepolisian.
Bahkan, Kepolisian saat ini masih meminta kepada para petugas keamanan SGM untuk mengetahui kronologi kejadian tersebut. Selain itu, penyelidikan juga akan dilakukan dengan meminta rekaman kamera CCTV yang terpasang di lantai 4 area parkir SGM.
“Sekarang mayat tersebut sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Public Relation Officer SGM, Evelin mengatakan, kondisi area parkir ketika itu memang sedang penuh. Dengan begitu, petugas keamanan yang jumlahnya setiap lantai satu petugas tidak bisa memantau satu per satu pengunjung yang ada di area parkir. Selain terdapat petugas keamanan di setiap lantainya, ia menambahkan, setiap lantai selalu dilengkapi dengan kamera CCTV. Namun, berapa jumlah pastinya Evelin mengaku tidak tahu pasti.
“Pokoknya kita menyerahkan proses penyelidikan bunuh diri ini kepada petugas Kepolisian,” kata dia.
Laporan: Fajar Sodiq| Solo