Nasional

"Depkumham Kurang Kerjaan"

Depkumham seharusnya melindungi kebebasan berekspresi baik secara lisan dan tulisan.

Senin, 4 Januari 2010, 10:36 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Gerakan 1000 buku (dok. Gerakan 1000 buku)

VIVAnews - Wakil Ketua Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakiem menilai Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) seharusnya melindungi kebebasan berekspresi baik lisan maupun tulisan.

Pernyataan itu menanggapi rencana Departemen pimpinan Patrialis Akbar itu untuk mengkaji 20 buku yang dinilai berindikasi provokatif.

"Apa ukuran provokatif? Depkumham kurang kerjaan apa?" kata Lukman Hakiem dalam pesan singkat kepada VIVAnews, Senin 4 Januari 2010.

Dia menilai Depkumham tidak perlu mengurusi buku dan lebih baik fokus pada fungsi utamanya, yakni pembentukan undang-undang yang baik dan penegakan hukum. "Jadi, tidak usahlah menambah kerjaan dengan mematai pikiran orang. Sesuatu yang pantas dilakukan oleh rezim fasis-otoriter," kata Lukman.

Lagipula, kata dia, salah satu hak asasi manusia yang termaktub dalam konstitusi adalah perlindungan untuk menyatakan pendapat secara lisan maupun tulisan. "Dan tugas Depkumham adalah menegakkan HAM, bukan sebaliknya," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Erry
04/01/2010
Saya masih melarang anak saya nonton sinetron, dan membaca majalah Popular. Saya yakin orang tua harus memberikan yang terbaik bagi anaknya. Di China, orang bisa dihukum penjara hanya karena akses internet porno. Kalau bukunya provokatif atau mengajarka
Balas   • Laporkan
nukman siregar
04/01/2010
Lukman. Anda orang baik. Hari gini masih berpihak kepada rakyat.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ