SURABAYA POST - Sebanyak 106 narapidana (napi) dan tahanan di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Timur meninggal dunia sepanjang tahun 2009. Dari jumlah itu 41 napi mati karena hepatitis, 8 orang mati karena AIDS, dan napi sisanya karena penyebab lain.
Hal itu dikatakan Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur, Sihabudin, di Surabaya, Jumat 1 Januari 2010.
Dia juga menyebutkan dalam kurun 2009 itu juga ada seorang napi dan empat tahanan yang kabur. "Jumlah itu menurun dibanding tahun sebelumnya, karena sepanjang tahun 2008 terdapat tujuh napi dan seorang tahanan yang kabur," katanya. Lima napi/tahanan yang kabur itu berasal dari Jember, Tuban, Lamongan, dan Bangkalan.
"Adanya napi yang meninggal dunia di penjara atau bahkan kabur itu karena rutan/lapas kelebihan kapasitas sehingga petugas tidak dapat bertindak optimal dalam pelayanan," katanya.
"Di Jawa Timur ada 22 lapas dan 13 rutan serta beberapa cabang dengan kapasitas 10.382 napi/tahanan, tapi tahun 2009 tercatat 8.198 napi dan 8.279 tahanan yang ditampung, sehingga pelayanan petugas pun tidak bisa maksimal," katanya.
Meski napi mati tahun ini mencapai ratusan, menurut dia, jumlah itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data, 122 napi/ tahanan mati pada 2007, 116 orang meninggal pada 2008..
Laporan Fathurahman Al Aziz