Nasional
Abdurrahman Wahid Wafat

Pesantren Tegalrejo Tahlilan Selama 40 Hari

Kegiatan ini dilangsungkan setiap malam selama 40 hari mulai malam ini.

Kamis, 31 Desember 2009, 22:01 WIB
Arfi Bambani Amri
Umat Khonghucu berdoa di depan poster Gus Dur (Fajar Sodiq/VIVAnews)

VIVAnews- Pondok Pesantren Salaf Asrama Perguruan Islam (Ponpes Salaf API) Tegalrejo, Magelang, menggelar tahlilan selama 40 hari memperingati kematian Kiai Haji Abdurrahman Wahid. Gus Dur pernah menjadi santri pesantren ini selama 2,5 tahun pada 1957-1959.

Pengasuh Ponpes Salaf API Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori, mengatakan, rencana pembacaan tahlil dan Al Qur’an akan dilakukan para santri setiap malam pukul 23.00–24.00 WIB. Kegiatan tersebut akan diadakan selama 40 hari penuh yang akan diikuti sebanyak 4.000 santri.

“Pembacaan tahlil selama 40 hari itu hanya terbatas kepada para santri," kata Gus Yusuf. "Sedangkan untuk masyarakat umum, mereka bisa bergabung pada saat pembacaan tahlil hari ketujuh mendatang,” katanya kepada VIVAnews, 31 Desember 2009.

Pada hari ketujuh, disebutkan Gus Yusuf, peserta pembacaan tahlil diperkirakan tidak hanya masyarakat sekitar Pondok, namun juga akan mengundang kalangan lintas agama di luar Islam. Bahkan, menurut rencana akan mengundang beberapa tokoh penting. “Namun, siapa saja tokoh tersebut, kami masih belum bisa menyebutkan,” ujarnya.

PBNU sendiri menurut Gus Yusuf telah menganjurkan kepada masjid-masjid maupun surau-surau hingga ke tingkat NU ranting supaya menggelar pembacaan tahlil selama tujuh hari. Hal ini dimaksudkan untuk mendoakan Gus Dur yang meninggal Rabu 30 Desember lalu.

Laporan Fajar Sodiq

• VIVAnews
Rating
Komentar
ircham
27/01/2010
GusDur bagiku adalah seorang pahlawan yang berjuang membela kaum minoritas, mengayomi seluruh umat manusia. GusDur is the best people
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ