Nasional
In Memoriam

Trik Gus Dur "Menghalalkan" Ikan Curian

Gus Dur merancang skenario pencurian ikan milik kiai di Pondok Pesantrennya.

Jum'at, 1 Januari 2010, 05:43 WIB
Arfi Bambani Amri
Foto Gus Dur Dituntun Pengawalnya (AP Photo/Muchtar Zakaria, File)

VIVAnews - Di masa remaja, Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau akrab dipanggil Gus Dur terkenal bandel dan konyol namun cerdas. Gus Dur bahkan punya keahlian "menghalalkan" ikan curian.

Hal itu terjadi saat Gus Dur menjadi santri di Pondok Pesantren Salaf Asrama Perguruan Islam (Ponpes Salaf API) Tegalrejo, Magelang, antara 1957-1959. Gus Dur bersama beberapa teman-temannya merancang skenario pencurian ikan di kolam milik Sang Guru, Kiai Haji Chudlori.

“Waktu itu, Gus Dur menyuruh teman-temannya untuk mencuri ikan di kolam sementara Gus Dur mengawasi di pinggir kolam," ujar KH Muhammad Yusuf Chudlori, anak dari KH Chudlori, menceritakan kembali kisah yang didapatnya langsung dari Gus Dur itu.

Gus Dur tak ikut masuk ke kolam dengan dalih mengawasi jika sewaktu-waktu KH Chudlori keluar dan melewati kolam. Tak lama kemudian, lanjut dia, KH Chudlori yang setiap pukul 01.00 WIB selalu keluar rumah untuk menuaikan shalat malam di masjid melintas di dekat kolam. Seketika itu juga, teman-teman Gus Dur yang sedang asyik mengambil ikan langsung disuruh kabur. Sementara Gus Dur tetap berdiri di pinggir kolam dengan memegang ikan hasil curian.

“Gus Dur kepada ayah saya bilang, kalau tadi ikan milik kiai telah dicuri dan Gus Dur mengaku berhasil mengusir para pencuri itu," ujar Gus Yusuf menceritakan ke VIVAnews melalui telepon. "Sedangkan, ikan hasil curiannya berhasil Gus Dur selamatkan."

Atas "jerih-payah" Gus Dur itu, KH Chudlori menghadiahkan ikan tersebut kepada Gus Dur supaya dimasak di kamar bersama teman-temannya. Akhir kata, ikan itu akhirnya dinikmati Gus Dur bersama teman-teman bengalnya.

Jelas Gus Dur mendapat protes keras dari teman-temannya yang disuruhnya mencuri tadi. Namun bukan Gus Dur namanya jika tak bisa berdalih. Menurut Gus Dur yang kemudian memimpin Nahdlatul Ulama itu, yang lebih penting adalah hasilnya.

“Wong awakmu yo melu mangan iwake. Lagian, iwake saiki wis halal wong uwis entuk izin seko kyai. (Kamu juga ikut makan ikannya. Lagi pula, ikan curian tersebut sudah halal, karena telah mendapat izin dari kiai-red),” kata Gus Dur seperti diceritakan Gus Yusuf lagi.

Laporan Fajar Sodiq

• VIVAnews
Rating
Komentar
lucky
19/01/2010
inibukan sekedar cerita jenaka belaka tapi,merupakan gambaran seorang pemimpin dari para pemimpin,cerdas,pendirian tegas dan ulet ..........selamat tinggal bapak pluralisme,lintas agama......[engkau segalanya buat kami]
Balas   • Laporkan
akhmad husain
05/01/2010
Briliand,Pluralism,Humanity. Selamat Jalan Gus...
Balas   • Laporkan
ddd
03/01/2010
bangsa kita emang suka amnesia dan lebay... udah lupa bgmn kontroversial-nya beliau... hingga keluar lah impeachment-nya.. kedekatannya dg Yahudi... dsb... Sabodo ah... emang gw pikirin... gitu aja kok repot...
Balas   • Laporkan
Sierra
01/01/2010
kadang-kadang untuk kepentingan semua orang, skenario seperti ini sering ditempuh para pemimpin, tapi kasihan yang ketangkap kalau pihak yang dirugikan berniat mengusut tuntas sesuatu kasus tersebut.
Balas   • Laporkan
andre
01/01/2010
ceritanya lucu tapi unik...selamat jalan gus dur...selamat jalan bapak bangsa dan bapak sejuta santri..semoga amal dan perbuatannya di terima tuhan dan semoga keluarga yang di tinggalkan selalu tabah dalam menghadapi cobaan dari allah swt amin...
Balas   • Laporkan
anita
01/01/2010
Gus Dur orang yang bijak, jenaka, cerdas, arif..... selamat sampai ditujuan Gus.
Balas   • Laporkan
Mohammad Alimasyudi
01/01/2010
Cerdas dan Visioner selamat jalan Gus Rakya Indonesia bangga telah memiliki pemimpin seperti sampeyan Gus.
Balas   • Laporkan
marno
01/01/2010
jan mantebbbb tenan trick-e
Balas   • Laporkan
Sukarno YN
01/01/2010
lucu dan saya suka,ceritera ini,...
Balas   • Laporkan
yohanes.muryadi
01/01/2010
saya senang mendengar cerita Gus Dur. Cerdas, lucu dan ada nakalnya tapi jujur
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ