VIVAnews - Penguburan Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur bukan semata berdasar tradisi keluarga Bani Hasyim saja. Saat masih dirawat di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, Gus Dur sempat meninggalkan sebuah pertanda pada istrinya, Sinta Nuriyah.
"Dia maunya Kamis malam Jumat di Tebuireng," kata Sinta diwawancara tvOne setelah Gus Dur dikuburkan Kamis 31 Desember 2009.
Waktu itu, kata Sinta, Kamis malam Jumat terdekat adalah menjelang Natal 25 Desember 2009. Lalu Sinta bertanya pada Gus Dur, apakah tidak sebaiknya pada malam Jumat pekan berikutnya yang jatuh pada 31 Desember ini.
Lalu Gus Dur menjawab, "Pokoke Kamis malam Jumat aku di Tebuireng," seperti diulang lagi oleh Sinta kepada tvOne. Tebuireng adalah lokasi Pondok Pesantren yang didirikan kakek Gus Dur, KH Hasyim Asy'ari.
Pernyataan itu kemudian dianggap Sinta sebagai wasiat. Sebuah wasiat bahwa Gus Dur yang meninggal pada Rabu 30 Desember pukul 18.45 itu ingin dimakamkan esoknya di Tebuireng. Dan persis, pada Kamis malam Jumat ini, jasad Gus Dur sudah bersemayam di sebuah makam yang berdekatan dengan makam KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahid Hasyim, ayahnya.