Nasional

Ribuan Warga NU Yogya Doakan Gus Dur

Warga NU secara terpisah-pisah menggelar acara masing-masing di sejumlah kawasan di Yogya.

Kamis, 31 Desember 2009, 19:14 WIB
Arfi Bambani Amri
Doa dan lilin untuk Gus Dur di Surabaya (VIVAnews/ Ali Masduki)

VIVAnews - Ratusan Bantuan Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama Kabupaten Bantul akan menggelar mujahadah, tahlil, dan shalat ghaib terkait wafatnya mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau akrab dipanggil Gus Dur. Acara ini digelar menjelang pergantian tahun 2009 ke 2010 nanti.

"Rencananya malam nanti ratusan Banser akan melakukan mujahadah, tahlil, dan shalat ghaib di kantor pusat NU Bantul," kata Aslam Ridlo, sesepuh NU sekaligus Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Bantul, DIY, Kamis, 31 Desember 2009.

Sedangkan pada malam ke tujuh, giliran PKB Bantul akan melaksanakan tahlil dan mujahadah akbar. "Kami perkirakan ratusan warga Nahdiyin dan simpatisan PKB akan hadir dalam acara tersebut," tuturnya.

Lebih lanjut Aslam juga menyatakan, dini hari tadi puluhan umat Nahdiyin dari Yogyakarta dengan menaiki satu bus dan satu mobil pribadi telah bergerak ke Jombang untuk menghadiri prosesi pemakamam. "Kami ingin memberikan penghormatan yang terakhir kepada tokoh yang membesarkan NU, pendiri PKB dan guru bagi kami dan Bangsa Indonesia ini," katanya.

Sementara itu, berkenaan dengan kematian Gus Dus, Ponpes Al Munawir, Krapyak, Sewon, Kabupaten Bantul yang merupakan salah satu Pesantren tempat Gus Dur belajar ilmu keagamaan saat kecil tidak melaksanakan kegiatan khusus. Warga pesantren hanya menggelar shalat ghaib dan doa bersama akan dilaksanakan bersamaan dengan Shalat Jumat 1 Januari besok.

Dalam waktu yang bersamaan dengan pemakaman Gus Dur di Jombang, Jawa Timur, puluhan warga Nadhatul Ulama (NU) rating Timbulharjo, Sewon mengelar doa bersama. Sedangkan pada malam
harinya, Banser Bantul juga mengelar doa bersama sesaat sebelum melakukan pengamanan perayaan tahun baru.

Dipimpin oleh Kyai Ahmadi, puluhan warga NU didominasi oleh ibu-ibu ini terlebih dahulu menonton siaran langsung pemakamam. Bersamaan dengan diturunkan jenazah almarhum, langsung pembacaan tahlil dikumandangkan.

Ryan Budi, panitia acara, menyatakan acara ini secara khusus diadakan secara mendadak dengan perencanaan singkat. “Kami berkeinginan apa yang dilakukan hari merupakan wujud penghargaan kami terhadap mantan Presiden ke 4 yang sekarang ini dimakamkan,” ujar Ahmadi.

Laporan KDW | Yogyakarta



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ