Nasional

Pelayat Bergantian Lakukan Salat Gaib

Kesibukan di Ponpes Tebu Ireng terlihat sejak tengah malam hingga pagi ini.

Kamis, 31 Desember 2009, 06:10 WIB
Amril Amarullah
Abdurrahman Wahid (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews -- Innalillahi Wainna Ilahi Rooji'un. Kamis pagi, 31 Desember 2009, mendung menyelumuti langit Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, seiring dengan ribuan pelayat yang terus membanjiri Ponpes Tebu Ireng, Jombang.

Itu mengiringi wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rabu, 30 Desember 2009 di Jakarta. Diperoleh keterangan, jenazah Gus Dur akan dimakamkan di samping pusara sang kakek, KH Hasyim Asy'ari.

"Telah diputuskan untuk dimakamkan bersebelahan, tepatnya di sebelah utara makam milik KH Hasyim Asy'ari," kata adik kandung Gus Dur, Sholahuddin Wahid, di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis 31 Desember 2009, sambil menunjuk ke arah makam.

Esok pagi, diperoleh kepastian, jenazah Gus Dur diterbangkan dari Jakarta ke Surabaya, liang lahat telah dipersiapkan. Kesibukan di Ponpes Tebu Ireng terlihat sejak tengah malam hingga pagi ini.

Berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan jenazah Gus Dur dilakukan. Para santri dan beberapa rombongan pelayat dari berbagai daerah, baik Jatim dan tempat lainnya, bergantian melakukan Sholat Gaib.

Berderet kendaraan roda empat berbagai jenis mengekor di kanan dan kiri sepanjang jalan di sekitar Ponpes Tebu Ireng. Tidak terhitung juga jumlah roda dua milik pelayat dan tamu lainnya serta pekerja media.

Sebagian orang, kerabat ponpes dan para santri menata kursi dan memasang tenda untuk pelayat. Diperoleh jawaban, esok pagi 31 Desember 2009 jenazah Gus Dur diterbangkan dari Jakarta menuju Surabaya, dilanjutkan dengan perjalanan ke Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jatim.

Sejumlah petugas pengamanan terlihat hilir mudik, mengatur kendaraan tamu yang terus berdatangan. Mereka dari PM TNI - AD, Polri dan jumlah yang banyak dari Ansor.

Hingga pagi ini, jalanan menuju Ponpes Tebu Ireng, Jombang dipadati berbagai jenis kendaraan kerabat, pelayat dan para pekerja media yang terus mengikuti perkembangan setiap detik menjelang kedatangan jenazah Gus Dur.

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ