Nasional

Jimly : Gus Dur Tidak Tunduk Pada Massa

"Layak diusulkan menjadi pahlawan demokrasi, pahlawan multikultural."

Rabu, 30 Desember 2009, 21:40 WIB
Elin Yunita Kristanti, Nur Farida Ahniar
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie ikut melayat jenazah mantan Presiden, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

"Gus Dur seorang multikulturalis, dia menjadi contoh menjadi pemimpin yang tidak takut dengan massa," kata Jimly, Rabu 30 Desember 2009.

Ditambahkan Jimly, dalam sistem demokrasi yang baru tumbuh di Indonesia, banyak pemimpin yang takut dengan massa. Padahal, pandangan massa belum tentu benar, justru salah.

Namun, Gus Dur berbeda. "Gus Dur tidak tunduk pada massa tapi memberi arus dan mengarahkan pendapat umum," tambah dia.

"Jika orang berpikir ke kiri dia membalikan ke kanan. Sebaliknya, jika orang berpikir terlalu ke kanan, dia balikan ke kiri," tambah Jimly.

Gus Dur, tambah dia, punya kemampuan luar biasa dalam mengarahkan opini publik. "Kita butuh orang seperti itu, berani melawan arus agar pembangunan kita lebih tepat, jangan mengikuti arus pendapat yang belum tentu benar," tambah dia.

Menurut Jimly, Gus Dur orang besar yang pantas mendapat penghargaan dari negara. "Layak diusulkan menjadi pahlawan demokrasi, pahlawan multikultural," tambah dia.

Gus Dur yang wafat malam ini pukul 18.40 WIB. Kondisi Gus Dur menurun sejak menjalani operasi gigi Senin 28 Desember 2009 lalu.

Sebelum dirawat di RSCM, Gus Dur dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSU Swadana, Jombang, Kamis 24 Desember 2009 petang.

Gur Dur  dilarikan ke rumah sakit karena gula darahnya drop setelah berziarah ke makam sejumlah tokoh NU di Jombang.

Saat dalam perjalanan ke Surabaya, untuk dirawat, Gus Dur meminta kendaraan yang membawanya berbalik. Dia ingin berziarah ke makam ayahnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
aisyah ariyanti
30/12/2009
turut berduka cita atas wafatnya KH.ABDURRAHMAN WAHID.smg amal ibadahnya di terima di sisi allah SWT AMIN.ya robbal alamin.salam dr kami warga indonesia di hk
Balas   • Laporkan
john
30/12/2009
Pertama-2 turut berduka yg mendalam atas kepergian beliau yg sebagai mana yg diucapkan oleh mantan ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie beliau memang layak menerima gelar tersebut saya pribadi kagum sebagai masyarakat yg hrs dibimbing utk menjadi d
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ